Bismillahirrahmanirrahim
Wahai, engkau pemimpin rumah tanggamu,
Jadilah kamu raja di rumahmu. Cintai dan sayangilah isterimu dengan tulus dan jadikan ia sebagai ratumu. Jadikanlah ia bangga menjadi permaisuri di kerajaanmu dengan berazaskan cinta kasih dan ketaatan kepada Allah SWT. Berikan dirinya makanan yang enak dan cukup dan berikan untuknya beragam jenis pakaian. Persemahkan untuknya parfum karena wanita menyukai parfum yang harum. Buatlah istrimu bahagia selama kamu hidup dan berikanlah nafkah yang baik dan halal untuk isteri dan anakmu.
Sesungguhnya seorang istri bagaikan cermin bagi suami dan menjadi bukti akan apa yang telah diusahakannya dalam menggapai kebahagiaan maupun kesengsaraan. Kamu adalah laksana pakaian bagi istrimu yang mampu mencitrakan kecantikan diri dan pribadinya serta menutupi kekurangannya. Janganlah kamu terlalu keras dalam rumah tanggamu karena seorang isteri diciptakan dari tulang rusukmu, bagian dari dirimu. Tulang rusuk terletak di tempat yang terlindung sehingga isterimu pun ada untuk selalu kamu lindungi. Seperti tulang rusuk yang bengkok, amanahkanlah yang baik kepada isterimu karena jika kamu terlalu keras dalam meluruskan maka ia akan patah dan jika kamu biarkan maka selamanya ia akan bengkok.
Kamu seorang imam dan pemimpin dalam keluarga maka berikanlah contoh yang baik. Dengan sikap lemah lembut akan mampu menggetarkan hati wanita ketika ia berbuat suatu kesalahan maupun ketika ia melakukan satu perbuatan buruk. Berikanlah semua yang diinginkannya selama kamu mampu mewujudkannya. Serta berikan pula padanya kesenangannya dan ia pun akan menyenangkanmu dan membuatmu terus bahagia. Jika tidak demikian maka hidupmu akan hancur berantakan. Dekatkanlah dirimu kepadanya dan panggillah istrimu dengan panggilan yang menyenangkannya. Ingatlah, sebaik apapun seorang istri yang Allah berikan kepadamu, jika pikiranmu sibuk membayangkan kekurangannya maka kamu akan mendapati kekurangan dan keburukannya sebanyak kamu sanggup untuk mencatatnya. Akan tetapi jika kamu menyibukkan diri dengan melihat kelebihan dan kebaikannya, maka kamu akan mendapati kebaikan sebanyak yang ada pada dirinya dan hal itu akan membuatmu bahagia. Oleh karena itu, hormati dirinya dan tunjukkan rasa kasih sayangmu yang konsisten.
Disamping itu, sayangi dan hormatilah kedua orang tuanya sebagaimana orang tuamu sendiri. Kemudian jangan pernah sekalipun membuat ibumu marah kepadamu karena rintihannya akan langsung didengarkan oleh Allah SWT dan kamupun akan mendapatkan hukuman – Nya.
dedaunan
Kita adalah dedaunan itu,
pernah menghijau menebar rindu,
pernah kering dan berguguran,
lalu melayang bersama debu,
ditiup angin.
Kita adalah dedaunan itu,
ranting-ranting kita adalah perayaan,
dahan-dahan kita adalah keberanian,
matahari dan hujan adalah pandangan hidup,
lantas mengapa kita anggap angin sebagai keluh kesah?
Kita adalah dedaunan itu,
bersatu tanpa ikatan tali temali,
menari tanpa alunan kecapi,
tetapi kita adalah pengisi kehampaan,
itulah alasan kita punya arti bagi bumi.
Kita adalah dedaunan itu,
tak pernah berharap taman menjadi sunyi,
karena kita bukanlah bala tentara sang raja,
tak kenal busung-busungkan dada,
tak kenal pula tunduk merunduk.
Pernah kita cari kebenaran,
bertanya pada burung yang melintas,
memohon pencerahan pada malam kelam,
tetapi satupun tak pernah mendapat jawaban,
karena kita hanyalah dedaunan.
Bersabarlah wahai hati...Bukankah indahnya pelangi itu, baru kita rasakan setelah turunnya hujan??
Tidak ada keberanian yang sempurna tanpa kesabaran. Sebab kesabaran adalah nafas yang menentukan lama atau tidakan sesebuah keberanian bertahan dalam diri seseorang itu. Jika ada di antara kamu dua puluh orang penyabar, nescaya mereka akan mengalahkan dua ratus orang. Dan jika ada di antara kamu seratus orang (penyabar), nescaya mereka akan mengalahkan seribu orang kafir.” (QS. 8: 65).
Ada banyak orang berani yang tidak mengakhiri hidup sebagai seorang yang pemberani. Kerana mereka gagal menahan beban yang mendatang. Kesabaran adalah daya tahan psikologi yang menentukan sejauh apa kita mampu membawa beban, dan sekuat apa kita mampu survive dalam menghadapi tekanan hidup. Mereka yang memiliki sifat ini pastilah berbakat menjadi pemimpin besar. “Dan Kami jadikan di antara mereka sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka bersabar dan mereka selalu yakin dengan ayat-ayat Kami.” (QS. 32 : 24).
Tetapi kesabaran itu pahit. Semua kita tahu begitulah rasanya kesabaran itu. Dan begitulah suatu masa Rasulullah saw mengatakan kepada seorang wanita yang sedang menangisi kematian anaknya: “Sesungguhnya kesabaran itu hanya pada ujian pertama.” (Bukhari dan Muslim).
Jadi, yang pahit dari kesabaran itu hanya permulaannya. Kesabaran pada ujian pertama menciptakan kekebalan pada ujian selanjutnya. “Mereka memanahku bertubi-tubi, sampai-sampai panah itu hanya menembus panah,” kata penyair Arab terhebat sepanjang sejarah, Al-Mutanabbi.
Mereka yang memiliki naluri keberanian, harus mengambil saham terbesar dari kesabaran. Mereka harus sabar dalam segala hal: dalam ketaatan, meninggalkan maksiat atau menghadapi cubaan. Dan dengan kesabaran tertinggi, sehingga akhirnya kesabaran itu sendiri yang gagal mengejar kesabarannya,” kata Ibnul Qayyim.
Allah tak pernah janjikan langit selalu biru, jalan hidup tanpa batu, matahari tanpa hujan, kebahagiaan tanpa kesedihan, sukses tanpa perjuangan. Tapi Allah janjikan kemudahan bersama kesulitan, rahmat dalam ujian, ganjaran buat kesabaran, keteguhan dalam perjuangan.. Bukankah indahnya pelangi itu, baru kita rasakan setelah turunnya hujan?

Langganan:
Postingan (Atom)