Info

on Senin, 29 September 2014
Assalamu alaikum Wr Wb

a/n :  We Nata Media

Bagi masyarakat yang ingin di ekspose tentang kehidupan pribadi,kegundahan hati,perjalanan hidup,atau tentang apa saja di majalah We Nata Media / Cakra Media /Suara Sapujagad yang terbit 1 Bulan sekali untuk wilayah Jawa Tengah Jawa Timur Jawa Barat untuk persyaratan :

1. Surat pernyataan bermaterai yang menyatakan tentang kebenaran dan ke absahan cerita yang di
     rilis atau di ekspose.
2. Menyertakan pas foto satu badan 1 atau 2 lembar .
3. Menyertakan Foto KTP Dan KK 2 lembar.
4. Adm untuk satu Halaman warna 2.000.000 .untuk satu halaman hitam putih 1.250.000.
5. Adm bisa diskon 5 sampai 10 persen.

ket: - Berita akan di rilis lewat media Majalah We Nata Media / Cakra Media /Suara Sapujagad .
       - Berita atau cerita di terbitkan satu kali .
       - Berita atau cerita akan di terbitkan di wilayah Jawa meliputi Jawa Tengah.Jawa Barat ,Jawa
         Timur.
       - Apabila ingin di rilis atau di terbitkan dua kali maka hanya menambah separo harga.

Hub : 087 832 232 218 - 082221218218 - 024 8663765
email : cakramediku@gmail.com



" Ungkapkan pengalaman pahit anda ,kekecewaan anda atau apapun yang berkaitan dengan kehidupan pribadi anda sebagai solusi dari segala permasalahan hati anda "

Wassalamu'alaikum Wr wb


TTD 

Pimpinan Redaksi 

H.Mohamad Winoto 





Jadilah Suami Istri yg saling Menghormati

on Minggu, 28 September 2014


Amalan khusus untuk Wanita

Bagi anda kaum wanita, apakah ibu-ibu, remaja, ataupun abg silahkan anda kirimkan keluhan anda kepada Baginda, insya Allah nanti akan Baginda kirimi amalan-amalan yang nantinya akan menjawab segala permasalahan yang anda alami. Bagi ibu-ibu yang merasakan ada ketidak beresan didalam runah tangganya apakah itu masalah WIL (wanita idaman lelaki), atau merasakan ketidak harmonisan di dalam menerima Nafkah Lahir maupun nafkah Bathin, para ibu-ibu silahkan mengkomfirmasikan Insya Allah ada solusi dan Mudah-mudahhan Solusi itu dapat menjadikan semua permasalahan ibu-ibu dapat teratasi Insya Allah.

Memang bagi kaum Adam mereka dihadapkan dengan dua pilihan yang terkadang tidak dapat dibahas, malah mereka merasa hal itu harus dilaluinya yakni mempunyai Istri lebih dari satu yang mana tujuannya adalah agar dapat penghasilan tambahan dari si istri simpanan (madu). Bagai mana tidak pusing si Laki-laki mereka baru saja di PHK kan sepihak oleh Perusahaan dan yang lebih membingungkan lagi adlah mereka (laki-laki) tidak dapat menerima uang pesangon alias uang tulak dari perusahaan. Namun tiba-tiba di sisi lain sang istri juga harus mempunyai tuntutan kepada si suami yakni ‘bagai mana agar dapur harus tetap mengepul alias masak. Belum lagi tuntutan SPP dari sekolah si anak, dan rumah kontrakkan juga bulan depan harus dibayar, rekening listrik yang menunggak pusing…pusing…dan pusing. Namun disaat pusing itulah secara tidak sengaja ada seorang Wanita janda yang lumayan kaya ,namun tidak mempunyai pasangan hidup. iming-iming dengan harta akhirnya terperangkaplah si Suami didalam dua pilihan yang harus di lakoninya.

Bagi ibu-ibu yang merasakan hal demikian atau pun yang sejurus dengan kisah ini silahkan kirim permasalahan nya Insya Allah saya usahakan mencarikan sebuah Amlan yang mana bersumber dari ajaran-ajaran Islam. Atau ibu-ibu yang mengalami sering keguguran, atau sudah lama berumah tangga namun belum juga mempunyai Momongan, dan bagi wanita lajang yang selalu kandas apabila menjalin hububgan dengan seorang pria. Mungkin juga bagi kaum Wanita mempunyai keluhan Penyakit baik lahir maupun bathin, silahkan aja kirim keluhannya nanti Insya Allah akan saya kirimi sebuah Amalan dan Solusinya.

Baiklah ini sebuah Amalan yang mana Amalan ini hanya khusus di untukkan bagi kaum Hawa saja! dan bagi kaum Hawa yang mau mengamalkan Amalan ini sebaiknya dikasih tahu dulu sama Baginda “apakah sudah menikah?, ataukah masih Gadis?, atau sedang bercerai?” Harus jujur ya? nggak boleh bohong soalnya nanti amalannya nggak bakalan berhasil. Untuk tidak membuat penasaran inilah Amalannya.

1. Mulailah melakukan mandi shunat Taubat yang mana dilakukan pada waktu tengah malam diatas jam 12 malam
2. Lalu lakukan bacaan Sholawat sebanyak 33 x
3. Dan lanjutkan dengan memohon Ampun kepada Allah dengan membaca Istighfar sebannyak 100 x
4. lalu ucapkanlah setulus-tulusnya ucapan “LAA ILAHA ILALLAH” 33 x
5. lalu baca amalan khusus ini...............( hub sms ke 087832232218 )
5. Dan terakhir baru dibaca Amalan do’a nya yaitu “Yaa Rahman Yaa Rahiim” sebanyak 240 x.
6. Dan setiap anda melakukan amalannya, tolong sediakan air matang satu gelas dan letakkan didepan sajadah dimana anda melakukan Amalan.
7. Dan setelah selesai membaca Amalannya semua, tiupkan langsung kedalam air putih tersebut sebanyak 3 x tiupan, setengah diminum dan setengahnya lagi untuk dicucikan kewajah anda.
8. Lakukanlah Amalan ini selama 7 malam berturut-turut.

Baiklah silahkan Anda menjalankan Amalan ini dengan terlebih dahulu memohon kepada Allah Agar diterima-Nya Amalan anda semua Amiin.

Ingat

“MENGATASI MASALAH DENGAN DZIKIRULLAH”
- JGN PERCAYA PADA DUKUN!!!...
- JGN PERCAYA PADAKU-TETAP PERCAYA SEPENUHNYA PADA ALLOH SWT DAN ROSULNYA

Nb : Ya Allah Demi Ke-Agungan dan Ke-Muliyaan Dzat-MU
kabulkanlah dan terimalah amalan hamba-Mu yg melakukan
amalan ini yaa Allah amiin

Amalan agar suami nurut istri


Amalan ini bertujuan baik, jadi gunakanlah untuk kebaikan..!!!
barang siapa mempunyai Istri, Suami, anak saudara, teman ataupun musuh sekalian yg sifatnya bandel, anda semuanya dapat mencoba sebuah ikhtiar yg saya berikan ini, yaitu dengan memakai KAROMAH DAN BERKAH BISMILLAHIRRAHMANIRR.
adapun caranya adalah :
1.Silahkan anda bangun tengah malam di atas jam 12’00.
2.Lalu lakukanlah Mandi Taubat.
3.Setelah itu lakukan Sholat Shunat Taubat 2 Raka’at
4.Disambung dgn Sholat shunat Tahajjaud 2 Raka’at
5.Dan terakhir lakukan Sholat shunat Hajjad 2 Raka’at
6.Sesudah Salam silahkan anda membaca :
Sholawat Nabi sebanyak2 nya, minimal 33 x
lalu sesudah itu bacalah kulimah Tauhid yaitu : Laa ilaha illallah 100 x, (suara agak dikeraskan dikit)
setelah selesai semuanya, silahkan anda siapkaan foto orang yg akan anda lunakan hatinya sesuai dengan ke-inginan anda (positif), namun kalau tidak ada fotonya sama sekali, anda dapat membayangkan wajahnya saja.
bacalah bismillahirrahmanirrahiim sebanyak 50 x dengan cara menahan nafas didada, setiap 10 x, tiupkan ke wajahnya (baik foto, maupun di bayangkan wajahnya)
Lakukanlah amalan ini selama 7malam berturut2
namun biasanya 1 malam aja orang tersebut akan berubah sifatnya.
baiklah selamat mengamalkan amalan saya ini, dan saya ikhlaskan juga bagi anda yg mau mengambil order dari orang lain, apabila ada yg minta tolong pada anda
wasalam
Nb : Ya Allah Demi Ke-Agungan dan Ke-Muliyaan Dzat-MU
kabulkanlah dan terimalah amalan hamba-Mu yg melakukan
amalan ini yaa Allah… amiin
( amalan ini tergantung niat apabila niatnya sudah tidak baik maka tak akan berfunngsi tapi niati hanya karena ibadah pada Allah niati untuk akherat bukan untuk nafsu atau Duniawi )

Kegundahan Jiwa




Ditengah sunyi dan dinginnya malam
kutapaki badan jalan kelam tanpa kawan
kuratapi segala kejadian
kutangisi segala kebodohan


entah sampai kapan aku mampu bertahan
ditengah peliknya dunia yang tak karuan
semua membangun angan-angan kosong
semua mengucap janji-janji bohong

ketika kuucap aku butuh kau kawan
kau pergi tak kembali membuangku ditengah kehampaan
ketika kuberkata aku ridu kau kasih
kau menghilang campakkan dengan raut risih

aku tau aku bukanlah sang sempurna
atau apa yang kau damba segalanya
aku manusia yang punya segala lemah
yang terkadang hilang kemudi hilang arah

kau mungkin pandang aku wahai kawan
bak malaikat bersayap ribuan
yang tak kenal dosa serta kesalahan
yang selalu taat dan patuh pada Tuhan tanpa coretan

kau mungkin pandang aku, kasih
bak Nabi ataupun Rasul yang bersih
tanpa noda tanpa dosa
yang dijamin syurga adanya

kau mungkin lihat aku, ibu ayah
mutiara tanpa noda
yang selalu bersinar dan menyenangkan
namun aku, mohon sadarilah, miliki banyak kekurangan

kau tahu wahai dunia
aku adalah manusia
bukan malaikat yang sempurna
ataupun Nabi yang tanpa cela

aku manusia yang selalu mengharap Keridloaan Allah
untuk ampuni segala salah dosa maupun kesalahan
yang terlahir lemah
yang terlahir punyai kekurangan

terakhir kutuliskan
semoga ku dijadikan hamba pilihan
begitu juga kau kawan
begitu juga kau kasih
begitu pula kau ibu ayah

Bayangan Tua

on Sabtu, 27 September 2014




Teduhnya sore ini hampir menampakkan kemuning senjanya,,
mengaburkan lamunan yang sesekali menciptakan kebisuan,,
ada segurat bayangan tua dibenakku,
mengintaiku seolah ingin menghancurkan puing-puing lamunan itu,,
sebuah bayangan klise tersenyum dengan kerut di pipinya,,
0h Tuhan,,
senyum itu adalah senyum yang dulu biasa ku lihat setiap saat,,
senyum yang slalu bisa ku miliki,,
dan senyum dari seseorang yang selalu mampu buat hati ini bergetar..

ayah,,
aku tau,, kau datang untuk menjengukku...
Memastikan keadaanqu..
Meskipun hadirmu hanya dalam bentuk klise,,
tapi aqu tetap merasa kau nyata...

Aku merindukanmu Ayah




Ayah..
Kini ku rasakan hidup tanpamu
Aku sepi hidup tanpa mu
Namun ini harus ku jalani
Walau terasa sangat berat ku jalani

Ayah...
Terima kasih atas semuanya
Semua kasih sayang yang kau curahkan
Semua pengorbanan yang kau lakukan

Ayah...
Kini aku merindukanmu
Merindukan saat-saat bersamamu
Merindukan kasih sayang darimu

Ayah...
Ingin rasanya aku berjumpa denganmu
Walau hanya dalam mimpiku
Walau hanya memandang wajahmu

Saat ku butuh ayah
Saat ku rindu ayah
Hanya selembar foto peninggalmu
Yang dapat mengobati rasa rinduku

Tuhan..
Sungguh aku tak pernah rela kehilangan dia
Namun aku sadar semua ini milikimu
Dan akan kembali kepadamu

Tuhan...
Jagalah dia selalu
Bahagiakan dia di sisimu
Karena dia adalah ayah terbaikku

Selamat jalan ayah
Semoga engkau bahagia di sisi-Nya
Semoga kita dapat berkumpul lagi di dalam surga-Nya
Nantilah aku ayah...

Aku sangat merindukanmu ayah...

untuk Pahlawan Hidupku

Dari Hati


Meski suaramu
Tak semerdu nyanyian lembut seorang ibu
Kau membingkaiku dengan nada nada ketulusan
Yang mengantarkan hatiku. . .
Menuju lembah tinggi. .
Bernama kedamaian
Meski sentuhanmu tak selembut belaian suci seorang ibu
Namun dengan dekapanmu. . .
Ku terhangatkan dengan kasihmu
Ku terlenakan
Dengan cintamu

Tangisku berderai
Kala ku ingat ucapan indahmu menimangku
Kala ku sentuh tubuh letihmu menjagaku

Seperti karang menjaga debu pasir
Kau jaga aku. . .
Kau lindungiku
Dari kotoran raga dan jiwa yang kan basahiku. .
Kau rela di terpa deburan buih
Yang berlalu
Demi aku
Demi anakmu. . .

Seakan tak pernah lelah
Kau hapuskan tetes air mataku
Seakan tak pernah bosan
Kau redamkan aku dari tangisan

Ku urai hati ini
Untukmu
Untuk segalanya yang tlah kau labuhkan pada dermaga hidupku
Hanya sebentuk puisi
Dari ketulusan hati
Untukmu bapakku
Terima kasih. . . .

Mengkondisikan Lingkungan Anak Agar Memperoleh Teman-teman Yang Saleh





Manusia secara tabiat naluriah suka bersosialisasi dan butuh kepada orang lain, berbicara dengannya, menyertai kegelisahan, kesedihan dan kegembiraannya. Teman memiliki pengaruh yang amat besar dalam pembentukan kepribadian anak. Orang dahulu mengatakan: “Katakan kepadaku siapa temanmu akan aku katakan siapa engkau.”

Dalam sebuah syair: Jangan bertanya kepada seseorang tentang dirinya tetapi tanyalah setiap temannya, dengan temannya kamu akan mengetahuinya Sudah seharusnya para ayah dan ibu membenamkan putra putri mereka dalam lingkungan yang saleh, agar dapat menyerap kebaikan dan tumbuh di atasnya. Teman memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam mempengaruhi perangai dan memotivasi temannya. Sehingga amat penting bagi anak kita memiliki teman yang berakhlak dan beragama.

Tidaklah cukup pengetahuan kita akan bapaknya menjadikan kita tenang bahwa anak kita telah memiliki teman yang sesuai. Sebagaimana pula wajib ditanamkan bahwa pertemanan itu hendaknya terikat dengan ikatan syariat.
Pentingnya Teman Yang Saleh

Dari Abu Musa al-Atsari –radiallahu’anhu- dari Rasulullah -salallahu alaihi wasallam-, beliau bersabda:

((إِنَّمَا مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً))

“Sesungguhnya permisalan teman duduk yang saleh dan yang jelek adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi boleh jadi memberimu minyak, menjualnya kepadamu atau engkau dapati bau wanginya. Sedangkan pandai besi boleh jadi membakar bajumu atau engkau dapati bau tak sedap darinya.”

Nabi -shalallahu alaihi wasallam- mempersaudarakan Salman dengan Abu Darda -radiallahu’anhu-.

Suatu kali Salman mengunjungi Abu Darda dan didapatinya Umu Darda dalam keadaan murung. “Ada apa denganmu?” Tanya Salman. “Saudaramu, Abu Darda sudah tidak berhajat dengan dunia…” Jawab Umu Darda. Abu Darda pun muncul. Salman dibuatkan makanan. Abu Darda berkata: “Makanlah! Adapun aku, aku sedang puasa.”

“Aku tidak mau makan hingga engkau mau makan bersamaku.” Jawab Salman. Abu Darda akhirnya ikut makan. Ketika datang malam, Abu Darda bangun dari tidurnya hendak melakukan shalat malam. Salman berkata kepadanya: “Tidurlah!” Abu Darda pun tidur lagi. Tidak lama kemudian Abu Darda bangun lagi hendak melakukan shalat malam. “Tidurlah!” Perintah Salman lagi. Ketika masuk akhir malam Salman berkata: “Bangun dan salatlah sekarang..!” Keduanya pun shalat.

Salman berkata kepada Abu Darda: “Sesungguhnya Tuhanmu memiliki hak atas dirimu, tubuhmu juga memiliki hak atas dirimu dan keluargamu pun memiliki hak atas dirimu. Berikanlah setiap pemilik hak akan hak-haknya.’ Ketika Nabi -shalallahu alaihi wasallam- datang dan diceritakan kepadanya, beliau bersabda: “Salman benar.”

As-Syafi’i -rahimahullah- berkata: “Tersesatnya orang berilmu dikarenakan tidak memiliki teman, tersesatnya orang bodoh karena kepicikan akalnya, dan yang paling sesat adalah mereka yang berteman dengan orang yang tidak ada akalnya.

As-Sho’lûki berkata: “Jika rida makhluk keterbatasannya tidak dapat diketahui, maka rida Allah keluasannya tidak ada batasnya. Kita membutuhkan 10 teman untuk 10 waktu.”

Kerinduan - Syair Bumi


Kidung Rindu Syair Bumi


Syair Bumi -Pasrah


Bandara Cinta - Tomy J Pisa ( We Nata)


Perjuangan dan doa dalam kehidupan -Syair Bumi-We Nata ( Karaoke )


Seraut Wajah Sendu


Pengalamaning Uripku II - Syair Bumi ( Karaoke )


Pacobaning Urip _ Syair Bumi ( Karaoke )


Perjuangan dan doa karaokeku


Pengalamaning Urip -Syair Bumi-We Nata ( Karaoke )


Batu Kenangan - We Nata - Syair Bumi ( karaoke )


Dibatas Kota ini - Tomy J Pisa ( Syair Bumi ) karaoke


Jodo lewat ORARI Guyup Rukun Orlok Kendal - Syair Bumi ( H Mohamad Winot...


Subahanallah Keajaiban Alam Kuasa Allah SWT - We Nata


Dongane Urip We Nata


We Nata Duh Gusti


Maghligai Rindu Citra


Mewangi Bunga Dunia Syair Bumi


Rumahku Sorgaku - Syair Bumi


Kidung Rindu Syair Bumi


Wahai Saudara


Batu Kenangan - We Nata - Syair Bumi ( karaoke )


Wanito iki - Syair Bumi


Menunggu - Syair Bumi


Keteladanan Orang Tua Menentukan Akhlak Anak dan Generasi Bangsa





Ia merupakan salah satu tahapan penting, paling banyak manfaatnya dan lebih tertanam di dalam jiwa anak. Karena suka meniru termasuk karakteristik fase pertama. Kita dapat melihat anak meniru ibunya yang sedang shalat. Ikut rukuk ketika ibunya rukuk dan ikut sujud ketika ibunya sujud. Serta hal-hal lain yang dapat kita saksikan siang dan malam.

Sudah seharusnya kita mengarahkan peniruan itu dan memanfaatkannya dengan apa-apa yang dapat menghidupkan jiwa mereka agar senang mengamalkan agama ini. Dengan cara:
Kisah-Kisah Sahabat Nabi

Menceritakan kisah-kisah sahabat nabi, orang-orang saleh dan ulama.
Senantiasa menyertakan anak pada setiap momen kebaikan agar dia menirunya , seperti pergi ke masjid dll.
Memperdengarkan kepadanya kaset-kaset Islami yang bermanfaat dan sesuai dengan usianya.
Melakukan sebagian ibadah di hadapannya, seperti shalat dan sedekah.

Kisah Yang Menunjukkan Pentingnya Keteladanan Ilmiah Dalam Membangun Kepribadian Anak. Berikut contoh dari praktek keteladanan

Kuraib, mantan budak Ibnu Abbas menceritakan bahwa Ibnu Abbas -radiallahu’anhuma- mengabarkannya bahwa dia bermalam di rumah bibinya, Maimunah, istri Nabi -shalallahu alaihi wasallam-:“Aku berbaring pada bagian lebar tikar, sementara Rasulullah -shalallahu alaihi wasallam- berserta istrinya berbaring memenuhi panjang tikar hingga beliau -shalallahu alaihi wasallam- tertidur. Pada pertengahan malam, sebelum atau setelahnya sedikit beliau -shalallahu alaihi wasallam- bangun, mengusap wajahnya dari bekas tidur lalu membaca sepuluh ayat dari penutup surat Ali Imran.

Setelah itu beliau beranjak menuju bejana yang tergantung dan berwudhu darinya dengan sebaik-baik wudhu, lalu melaksanakan shalat.” Ibnu Abbas melanjutkan: “Aku pun ikut bangun dan melakukan apa yang dilakukan Rasulullah -shalallahu alaihi wasallam-, kemudian berdiri di sampingnya (turut shalat). Namun kemudian Nabi meletakkan tangan kanannya di kepalaku dan memutarkanku (ke sebelah kanannya) dengan memegang telinga kananku.

Kemudian shalat 2 rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat, lalu shalat witir. Setelah itu beliau berbaring hingga datang muazin. Setelah muazin datang beliau shalat 2 rakaat ringan baru kemudian keluar melakukan shalat subuh.

Aisyah, Umul mukminin -radiallahu’anha- berkata:

“Aku tidak melihat seorang pun yang lebih mirip ucapan dan perkataannya dengan Rasulullah -shalallahu alaihi wasallam- dari pada Fatimah.” Kisah-kisah di atas menjadi saksi yang menuturkan kepada kita bahwa anak begitu terpengaruh dengan orang tua dan menirunya.
Generasi Cinta Sedekah

Jika engkau melihat orang miskin dan anakmu bersamamu, berilah dia uang. Kemudian minta dia menyedekahkan uang tersebut kepada orang miskin yang dilihatnya. Ucapkan terima kasih dan pujilah dia di depan saudara-saudaranya setelah itu. Dengan demikian perbuatan baik tersebut akan tertanam dalam dirinya. Praktek seperti ini akan menciptakan generasi yang cinta bersedekah dan memberi pertolongan kepada yang membutuhkan dan lemah.

Berdoa, Mendoakan Anak dan Mohon Petunjuk Kepada Allah





Wahai para ayah yang baik dan ibu yang penyayang, atas kalian berdoa, kemudian berdoa; agar Allah memberi kalian taufik dalam mendidik anak-anak kalian dengan pendidikan yang saleh yang mengarahkan mereka berkhidmat kepada agama yang agung ini. Doa memiliki peran yang amat penting dalam kesalehan dan kebaikan anak. Berapa banyak doa yang bertepatan dengan waktu pengabulan menjadi sebab kebahagiaan anak di dunia dan akhirat. Dan berapa banyak pula doa yang menyimpangkan jalan anak yang menjadikannya menapaki jalan sesat dan menyimpang.

Sungguh demi Allah, berdoalah dengan doa yang saleh dan jangan meninggalkan langkah-langkah yang telah disampaikan sebelumnya.

Contoh Praktis Dan Kisah Yang Menunjukkan Pentingnya Doa
Dari Imam ad-Dzahabi, bahwa al-Hakim berkata: “Abu Ali an-Naisaburi menceritakan kepada kami dari syaikh-syaikhnya bahwa Ibnul Mubarok singgah di rumah Isa. Ketika itu al-Hasan, putra Isa tengah berada di atas tunggangannya melintas, sedang Ibnul Mubarok berada di majelis. Isa adalah pemuda yang memiliki paras yang tampan. Ibnu Mubarok bertanya tentangnya. Maka dikabarkanlah bahwa Isa adalah seorang Nasrani. Ibnu Mubarokpun berujar: “Ya Allah, berilah dia rezeki keislaman!” Doa Ibnu Mubarok itu pun dikabulkan Allah.
Imam ad-Dzahabi berkata: “Menceritakan kepada kami Abu Yahya Ibn ar-Râzi. Katanya: ‘Aku mendengar Sa’id ar-Râzi berkata: ‘Kami pergi bersama Ahmad Ibn al-Hanbal ke rumah al-Mutawakil. Ketika dia seorang saja yang diperkenankan masuk melalui pintu khusus dia berkata kepada kami: “Pulanglah kalian, semoga Allah memberi keafiatan kepada kalian.” Setelah doa itu, tidak ada dari kami yang terkena penyakit .”
ISTIKHARAH, Meminta Petunjuk Kepada Allah

Ia merupakan petunjuk nubuat yang diajarkan Rasulullah kepada kita. Sebagaimana yang dikatakan oleh Jabir Ibn Abdullah -radiallahu’anhuma-: “Rasulullah mengajarkan kami istikharah dalam setiap perkara sebagaimana mengajarkan kami surat dari surat-surat al-Quran dan bersabda: “Jika salah seorang dari kalian ragu dalam suatu perkara, hendaknya melakukan shalat dua rakaat sunah, lalu mengucapkan :

((اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي - أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ - فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي - أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ - فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي))


[Allahumma inni astakhiruka bi ilmika, wa astaqdiruka bi qudrotika, wa as aluka min fadhlikal adzhim, fa innaka taqdiru walaa aqdir, wa ta’lamu walaa a’alam, wa anta ‘allamul ghuyuub. Allahumma in kunta ta’lamu anna hadzal amro khairun lii fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aaqibatu amrii –’aajili amrii wa aajilihi- faqdurhu lii, wa yassirhu li tsumma baarik lii fiihi, wa in kunta ta’lamu anna hadzal amro syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aaqibatu amri –’aajili amrii wa aajilihi- fashrifhu ‘anni washrifnii ‘anhu, waqdir lialkhairo haitsu kaana tsumma ardhinii bihi. <Lalu menyebutkan hajatnya>

Tidak akan menyesal siapa pun yang beristikharah (meminta petunjuk) kepada Sang Pencipta dan bermusyawarah kepada kaum mukminin serta mempelajari permasalahannya. Allah -subhânahu wata’âla- berfirman: “…dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Apabila kamu telah membulatkan tekad, bertawakkallah kepada Allah.” (QS. Ali Imran:159)

Penuh Semangat, Sabar dan Memperbanyak Ilmu dalam Mendidik Anak





Kepada para ayah dan ibu janganlah mengenalkan jalan keputusasaan di hati anak-anak. Karena orang tua memikul amanah yang besar, hendaknya bersabar dan berjalan ke depan dalam mendidik putra-putrinya pendidikan Islami yang benar, yang menuntun mereka untuk mengamalkan agama ini dan merealisasikan cita-cita dari keberadaan mereka yaitu mengibadahi Allah semata tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu.

Hidup senantiasa diselimuti banyak kendala dan kekurangan. Ketenangan abadi hanyalah di negeri yang kekal akhirat. Adapun dunia, ia adalah negeri amal dan cobaan. Kita hanyalah melintasinya untuk menuju negeri akhirat yang merupakan negeri perhitungan dan balasan. Oleh sebabnya kenapa kita harus berputus asa?
Kisah Yang Menunjukkan Ketidakputusasaan

Aisyah -radiallahu’anha- bertanya kepada Rasulullah -shalallahu alaihi wasalam- :”Adakah hari yang lebih sulit yang engkau lalui dari hari perang Uhud?” Nabi menjawab: “Aku telah mengalami segala perlakuan yang dilakukan oleh kaummu terhadapku. Yang paling berat dari yang aku alami adalah peristiwa Aqobah.

Aku telah menyampaikan keadaanku kepada Ibnu Abduyâlail Ibn Abdul Kilab, tetapi dia tidak menggubris apa yang menjadi keinginanku. Aku pun pergi dengan kesedihan di wajahku. Ketika tersadar aku telah berada di Qorn ats-Tsa’âlib. Ketika kuangkat kepalaku, ternyata awan telah menaungiku. Ketika aku tatap ternyata ada malaikat Jibril, yang kemudian menyapaku, dan berkata: “Allah telah mendengar perkataan kaummu kepadamu serta sikap mereka.

Malaikat gunung telah diutus kepadamu supaya engkau perintah sekehendakmu.” Malaikat gunung menyapa dan memberi salam kepadaku, lalu berkata: “Wahai Muhammad, sekarang terserah padamu. Jika engkau berkehendak aku akan timpakan kepada mereka dua gunung ini.” Nabi -shalallahu alaihi wasalam- menjawab: “(Tidak), bahkan aku berharap akan keluar dari keturunan mereka orang-orang yang akan menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.”
Sabar dalam Mendidik Anak

Kata sabar di dalam al-Quran disebut lebih dari 70 kali. Ini menunjukkan betapa penting dan besarnya kesabaran. Cita-cita dan harapan tidak akan tercapai tanpa kesabaran menapaki kesulitan dan beratnya beban mendidik. Ia merupakan jalan panjang yang dipenuhi kesulitan dan kepenatan. Para orang tua hendaknya menyadari bahwa tanggung jawab ini berat, tidak sekadar menyediakan makan dan minum saja, lebih dari itu. Hendaknya menghiasi diri dengan kesabaran, mengenakannya dan menjadikannya moto dalam mendidik. Orang tua mendapat pahala manakala disertai dengan niat yang saleh.

Pentingnya Kesabaran Urwah Ibn az-Zubair dan putranya, Muhammad mendatangi Walid Ibn Abdul Malik. Muhammad putra Urwah adalah anak yang amat tampan wajahnya. Suatu hari dia datang kepada al-Walid mengenakan pakaian bordir bermotif warna dengan rambut dikepang dua sambil menepuk tangannya. Walid berkata: “Beginilah semestinya pemuda Quraisy!” dia pun terkenaain.

Ketika keluar dia menjadi linglung, terjatuh pingsan di penambatan kuda dan terinjak-injak kuda hingga tewas. Sementara ayahnya, Urwah terjangkit kusta di kakinya. Para tabib didatangkan. Mereka berkata: “Jika tidak dipotong, kustanya akan menggerogoti bagian tubuh yang lain dan akan membinasakannya.” Akhirnya diputuskan memotong kakinya. Pemotongan dilakukan dengan gergaji. Ketika gergaji diletakkan di kakinya dia meletakkan kepalanya ke bantal. Selang satu jam dia pun pingsan. Ketika sadar, keringat bercucuran di wajahnya, dan dia terus mengucap tahlil dan takbir.

Seusai pemotongan Urwah mengambil potongan kakinya, membolak-baliknya dengan tangannya seraya berkata: “Sungguh yang membuatku lega dan engkau mengetahuinya, bahwa aku tidak pernah membawamu ke tempat haram dan maksiat, tidak pula pada apa yang tidak diridai Allah.” Kemudian dia memerintahkan memandikan, meminyaki, mengafani potongan itu dengan beludru dan dikuburkan di pekuburan muslimin.

Ketika tiba di Madinah dan berada bersama al-Walid, karib kerabat dan para sahabatnya menyambutnya dan berbela sungkawa terhadapnya. Namun dia berkata: “…Sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”. (QS. Al-Kahfi:62) Tidak lebih dari itu. Ibnul Qoyyim -rahimahullah- berkata: “Ketika kakinya akan dipotong orang-orang berkata: ‘Jika boleh, kami akan memberimu suatu minuman agar tidak berasa sakit!” Namun Urwah berkata: “Sesungguhnya aku diuji untuk melihat kesabaranku. Apakah kemudian aku akan berpaling darinya.”
Menambah ilmu, Berkonsultasi dan Bermusyawarah kepada Alim Ulama

Berkonsultasi amatlah penting dalam pendidikan anak. Ia merupakan tahapan pendidikan terpenting dan salah satu fondasi pokok. Yang demikian karena ia memiliki banyak manfaat dan hasil yang paripurna bagi yang mempraktekkan dan memperhatikannya. Ia menjauhkan kita dari problematika yang sebetulnya solusi dari problematika tersebut kita miliki. Oleh karena itu, kita hendaknya berkonsultasi kepada spesialis dalam perkara ini dari para alim ulama yang terpercaya agama dan amalnya. Al-Hasan al-Bashri -rahimahullah- berkata: “Demi Allah, tidaklah suatu kaum bermusyawarah, melainkan diberi petunjuk kepada yang lebih baik dari keadaan mereka semula.” Kemudian dia membaca: “…Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka…”(QS.Syuro:38)

Pentingnya Musyawarah
Dahulu kaum Anshar sebelum datangnya Rasulullah -shalallahu alaihi wasalam- jika hendak melakukan suatu urusan mereka bermusyawarah, baru kemudian dilaksanakan. Sehingga Allah memuji mereka dan Rasulullah memerintahkan mereka melakukannya.
Nabi -shalallahu alaihi wasallam- berkonsultasi kepada para sahabatnya mengenai perseteruan dengan musyrikin Quraisy. Abu Bakar -radiallahu’anhu- berdiri dan berkata dengan perkataan yang terbaik. Berdiri pula Umar Ibn al-Khatthab -radiallahu’anhu- dan berkata dengan perkataan yang baik. Al-Miqdad Ibn Amr pun berdiri pula dan berkata:

“Wahai Rasulullah, titahkan apa yang hendak engkau perintahkan sebagaimana yang Allah perlihatkan kepadamu. Kami bersamamu. Demi Allah, kami tidak akan mengatakan seperti apa yang dikatakan oleh Bani Israel kepada Musa: “…Pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.” (al-Maidah: 24)

Akan tetapi pergilah engkau bersama dengan Tuhanmu dan berperanglah, sesungguhnya kami bersamamu turut berperang. Demi Zat yang telah mengutusmu dengan kebenaran, jika engkau berjalan membawa kami ke tempat yang jauh, niscaya kami akan menetapinya hingga engkau mencapainya.

Rasulullah -shalallahu alaihi wasallam- mengatakan kebaikan dan mendoakannya, kemudian berkata:

((أشيروا عليّ أيها الناس))

“Berilah saran kepadaku wahai manusia!” Yang beliau maksud adalah kaum Anshar. Yang demikian karena Anshar mayoritas, dan ketika Baiat Aqobah telah berikrar: “Wahai Rasulullah, kami berlepas diri dari celaanmu hingga engkau sampai ke tempat kami. Jika engkau tiba di tempat kami, engkau dalam perlindungan kami. Kami akan membelamu sebagaimana kami membela anak-anak dan istri-istri kami.” Mendengar Rasulullah -shalallahu alaihi wasallam- berujar demikian, Saad Ibn Mu’adz, salah seorang tokoh Anshar berkata: “Demi Allah, engkau memaksudkan kami wahai Rasulullah?” “Ya.” Jawab Rasulullah. “Sungguh kami telah beriman dan mempercayaimu wahai Rasulullah.”

Rintihan Hati Seorang Wanita



Wanita tidak pernah menuntut banyak, kecuali pengertian...
Kadang wanita terlihat manja, banyak maunya, atau mungkin dimata seorang pria, wanita hanyalah makhluk yang menyusahkan....


Tapi,,,
Ketahuilah, ,,,
Wanita masih tetap berdiri tegar, meski pria telah menghantamnya dengan banyak rasa sakit yang mendera.

Wanita masih seperti orang yang sama ketika pria berusaha pergi dan menghindar, lantas datang kembali membawa rasa.
Meski wanita terlihat tidak peduli,,,,
Meski wanita terlihat mengacuhkan,,,

Tapi percayalah,,,,
Jauh dilubuk hatinya, wanita punya sejuta Do'a untuk pria.


.
Kewajiban dan Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri


Al Quran & hadis

Dan Allah berfirman l
‘Dan para wanita mempunyai hak yg seimbang dgn kewajiban menurut cara yg baik akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan atas isterinya.” (Al Baqarah : 228)
Allah Taala berfirman, yg bermaksud: “Dan gaulilah mereka (isteri-isterimu) dgn cara sebaik-baiknya.” (An Nisa 19)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: “Kewajiban seorang suami terhadap isterinya ialah suami harus memberi makan kepadanya jika ia makan & memberi pakaian kepadanya jika ia berpakaian & tdk boleh memukul mukanya & tdk boleh memperolokkan dia & juga tdk boleh meninggalkannya kecuali dalam tempat tidur (ketika isteri membangkang).” (Riwayat Abu Daud)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud : “Orang-orang yg terbaik & kamu sekalian ialah mereka yg lbh baik & kamu dalam mempergauli keluarganya & saya adl orang yg terbaik dari kamu sekalian dalam mempergauli keluargaku.” (Riwayat lbnu Asakir)

Diceritakan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa baginda bersabda yg bermaksud: “Barang siapa yg sabar atas budi pekerti isterinya yg buruk, maka Allah memberinya pahala sama dgn pahala yg diberikan kpd Nabi Ayub a.s karena sabar atas cobaan-Nya.” ( Cobaan ke alas Nabi Ayub ada 4 hal: Habis harta bendanya., Meninggal dunia semua anaknya.,Hancur badannya., Dijauhi oleh manusia kecuali isterinya benama Rahmah ) ” Dan seorang isteri yg sabar atas budi pekerti suaminya yg buruk akan diberi oleh Allah pahala sama dgn pahala Asiah isteri Firaun“.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: “Siapa saja seorang laki-laki yg menikahi perempuan dgn mas kawin sedikit atau byk sedangkan dalam hatinya ia berniat utk tdk memberikan hak perempuan tersebut (mas kawinnya) kepadanya. maka ia telah menipunya, kemudian jika ia meninggal dunia, sedang ia belum memberi hak perempuan tadi kepadanya maka ia akan menjumpai Allah pd hari Kiamat nanti dalam keadaan berzina.”

Diceritakan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa baginda bersabda pd waktu haji widak (perpisahan) setelah baginda memuji Allah & menyanjung-Nya serta menasehati para hadirin yg maksudnya:
‘Ingatlah (hai kaumku), terimalah pesanku utk berbuat baik kpd para isteri, isteri-isteri itu hanyalah dpt diumpamakan kawanmu yg berada di sampingmu, kamu tdk dpt memiliki apa-apa dari mereka selain berbuat baik, kecuali kalau isteri-isteri itu melakukan perbuatan yg keji yg jelas (membangkang atau tdk taat) maka tinggalkanlah mereka sandirian di tempat tidur & pukullah mereka dgn pukulan yg tdk melukai. Kalau isteri isteri itu taat kepadamu maka janganlah kamu mencari jalan utk menyusahkan mereka.

Ingatlah! Sesungguhnya kamu mempunyai kewajiban terhadap isteri-isterimu & sesungguhnya isteri-isterimu itu mempunyai kewajiban-kewajiban terhadap dirimu. Kemudian kewajiban isteri isteri terhadap dirimu ialah mereka tdk boleh mengijinkan masuk ke rumahmu orang yg kamu benci. Ingatlah! Kewajiban terhadap mereka ialah bahwa kamu melayani mereka dgn baik dalam soal pakaian & makanan mereka.
(Riwayat Tarmizi & Ibnu Majah)

Al Habib Abdullah Al Haddad berkata: “seorang laki-laki yg sempurna adl dia yg mempermudah dalam kewajiban-kewajiban kepadanya & tdk mempermudah dalam kewajiban-kewajibannya kpd Allah. Dan seorang laki-laki yg kurang ialah dia yg bersifat sebaliknya.” Maksud & penjelasan ini ialah seorang suami yg bersikap sudi memaafkan jika isterinya tdk menghias dirinya & tdk melayaninya dgn sempurna & lain-lain tetapi ia bersikap tegas jika isterinya tdk melakukan sholat atau puasa & lain-lain, itulah suami yg sempurna. Dan seorang suami yg bersikap keras jika isterinya tdk menghias dirinya atau tdk melayaninya dgn sempurna & lain-lain tetapi bersikap acuh tdk acuh (dingin) jika isteri meninggalkan kewajiban-kewajiban kpd Allah seperti sholat, puasa & lain-lain, dia seorang suami yg kurang.

Dianjurkan bagi seorang suami memperhatikan isterinya (dan mengingatkannya dgn nada yg lembut/halus) & menafkahinya sesuai kemampuannya & berlaku tabah (jika disakiti oleh isterinya) & bersikap halus kepadanya & mengarahkannya ke jalan yg baik & mengajamya hukum-hukum agama yg perlu diketahui olehnya seperti bersuci, haid & ibadah-ibadah yg wajib atau yg sunat.

Allah Taala berfirman yg bermaksud: ‘Hai orang-orang yg beriman! Jagalah dirimu & ahli keluargamu dari api Neraka.” (At Tahrim : 6) Ibnu Abbas berkata: “Berilah pengetahuan agama kpd mereka & berilah pelajaran budi pekerti yg bagus kpd mereka.” Dan Ibnu Umar dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa baginda bersabda: ‘Tiap-tiap kamu adl pemimpin & bertanggung jawab atas yg dipimpinnya. Seorang imam yg memimpin manusia adl pemimpin & ia bertanggung jawab at,is rakyatnya. Seorang suami adl pemimpin dalam mengurusi ahli keluarganya. Ia bertanggung jawab atas yg dipimpinnya. Seorang isteri adl pemimpin dalam rumah tangganya & bertanggung jawab alas keluarganya. Seorang hamba adl pemimpin dalam mengurus harta tuannya, ia bertanggung jawab atas peliharaannya. Seorang laki-laki itu adl pemimpin dalam mengurusi harta ayahnya, ia bertanggung jawab atas peliharaannya. Jadi setiap kamu sekalian adl pemimpin & setiap kamu harus bertanggung jawab alas yg dipimpinnya.” (Muttallaq ‘alai )

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: “Takutlah kpd Allah dalam memimpin isteri-istrimu , karena sesungguhnya mereka adl amanah yg berada disampingmu, barangsiapa tdk memerintahkan sholat kpd isterinya & tdk mengajarkan agama kepadanya, maka ia telah berkhianat kpd Allah & Rasul-Nya.“

Allah Taala berfirman yg bermaksud: “Perintahkanlah keluargamu agar melakukan sholat.” (Thaha:132)

Diceritakan & Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa baginda bersabda yg bernaksud: “Tidak ada seseorang yg menjumpai Allah Subhanahu wa ta’ala dgn membawa dosa yg lbh besar daripada seorang suami yg tdk sanggup mendidik keluarganya.”

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud
“Sesungguhnya yg termasuk golongan mukmin yg paling sempuma imannya ialah mereka yg baik budi pekertinya & mereka yg lbh halus dalam mempergauli keluarganya (isteri anak-anak & kaum kerabatnya). “


Bandara Cinta

on Jumat, 26 September 2014


Mewangi Bunga Dunia





MENITI JALAN

on Rabu, 24 September 2014
بسم الله الرحمن الرحيم

Di penghujung senja
Sejenak ku tersungkur sujud subuhku
Sebab, Saat fajar menjelang
Kembali harus kupunguti butir-butir ketegaran
Melanjutkan langkah yang sempat terhenti
Menyusuri mimpi yang belum kutapaki
Untuk meraih setiap sudut asa
Yang telah kupahatkan pada dinding senja
demi terwujudnya sebuah cita-cita
Di bawah terik mentari kan ku ayunkan langkah
Meniti sepenggal harapan
Walau tak sedikit terdengar cacian
Walau tak sedikit orang meragukan
Aku akan tetap melangkah
Aku tidak ingin kalah atas keadaan
Meski penuh cobaan
Kan ku jadikan sebagai pelajaran
Menuju pendewasaan diri
Mematangkan kehidupan
Akan ku susuri jalan-jalan
harapan-harapan itu menanti di ambang cita dan impian
walau tak bisa ku pungkiri pasti akan tiba di mana aku kehilangan arah
aku kehilangan kepercayaan diri
serasa apa yang aku lakukan sia-sia
melihat kenyataan tidak sesuai harapan
kepedihan demi kepedihan menyayat hati
di antara batas hidup dan mati
air mata menjadi teman sejati
halaman demi halaman takdir masih menanti
berkejaran menggerogoti hari,menunggu takdir lain berganti
Aku bersyukur bisa mengalami ini semua,
perjalanan jiwa menemukan jati diri,
aku senang bisa punya rasa syukur atas nikmat yng Tuhan berikan kepadaku.
Aku sadari semakin aku bersyukur semakin banyak kebaikan yang kutemukan.
tidak semua mesti difikirkan secara logika, aku hanya bersyukur dan bermimpi setinggi langit…
Kulakukan segala sesuatu dengan tulus menggunakan persaanku,
kujalani cobaan dengan sabar dengan perasaanku,
ku bersyukur yang semua terjadi membuat aku lebih kuat dan lebih dewasa
Tuhan, dengan kesungguhanku hari ini, aku mohon Engkau menjadikanku pribadi yang lebih anggun,
yang damai dalam keputusan baikku,
yang tak mengkhawatirkan pendapat miring orang lain,
dan hidup sebaik-baiknya hari ini untuk kebaikan hidupku di masa depan


Ucapan Trima Kasih kepada bp Hafizul Hamdi

Salam sejahtera ...

Assalamu alaikum wr.wb

Khususon untuk Bp Hafizul Hamdi saya mengucapkan banyak terima kasih semoga menjadi amal kebaikan bapak sekeluarga atas ijin share nya Al Qur 'an dan terjemahanya ,
semoga bermanfaat bagi semuanya Aamiin.

wassalamu alaikum wr wb

Surat An-Nas

بسم الله الرحمن الرحيم




Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.




Raja manusia.




Sembahan manusia.




Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,




yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,




dari (golongan) jin dan manusia.

Jika Terdapat Kesalahan Atau Kekeliruan Dalam Penulisan Ayat-Ayat Al-Quran ini, Mohon Diinformasikan, Terima Kasih

Surat Al-Falaq


بسم الله الرحمن الرحيم






Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,




dari kejahatan makhluk-Nya,




dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,




dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,




dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki".

Jika Terdapat Kesalahan Atau Kekeliruan Dalam Penulisan Ayat-Ayat Al-Quran ini, Mohon Diinformasikan, Terima Kasih

Surat Al Ikhlas (Memurnikan Keesaan Allah)

بسم الله الرحمن الرحيم




Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa.




Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.




Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,




dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".

Al-Quran dan Terjemahan



Jika Terdapat Kesalahan Atau Kekeliruan Dalam Penulisan Ayat-Ayat Al-Quran ini, Mohon Diinformasikan, Terima Kasih

Surat Al Lahab (Gejolak Api)

  • بسم الله الرحمن الرحيم


Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.




Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.




Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.




Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.




Yang di lehernya ada tali dari sabut.

Al-Quran dan Terjemahan



Jika Terdapat Kesalahan Atau Kekeliruan Dalam Penulisan Ayat-Ayat Al-Quran ini, Mohon Diinformasikan, Terima Kasih

Surat An Nashr (Pertolongan)


بسم الله الرحمن الرحيم



Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,







dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,







maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.

Al-Quran dan Terjemahan

Jika Terdapat Kesalahan Atau Kekeliruan Dalam Penulisan Ayat-Ayat Al-Quran ini, Mohon Diinformasikan, Terima Kasih




Al-Quran dan Terjemahan Indonesia
Surat An Nashr (Pertolongan).
Written by : Hafizul Hamdi | Minggu, 05 Agustus 2012.
Description : Surat An Nashr (Pertolongan) بسم الله الرحمن الرحيم Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, ...

Mari Bantu Membagikan Surat An Nashr (Pertolongan) ini. Silahkan di Copy Link dibawah, Insya Allah akan membawa Baraqah bagi kita semua. Aamiin YRA





Next
Muqaddimah Surat An-Nashr

Previous
Penutup Surat An-Nashr.


Komentar Untuk : Surat An Nashr (Pertolongan)
Mohon Agar Tidak Menyertakan Link Didalam Komentar atau Silahkan Berkomentar Dengan Name/URL
No SPAM, No SARA
TERIMA KASIH

0 Comments

0 Komentar



Surat Al Kaafiruun (Orang-Orang Kafir)



بسم الله الرحمن الرحيم



Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,







Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.







Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.







Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,







dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.







Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku".

Al-Quran dan Terjemahan



Jika Terdapat Kesalahan Atau Kekeliruan Dalam Penulisan Ayat-Ayat Al-Quran ini, Mohon Diinformasikan, Terima Kasih

Surat Al Kautsar (Nikmat Yang Banyak)

بسم الله الرحمن الرحيم




Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.




Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.




Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

Al-Quran dan Terjemahan

Jika Terdapat Kesalahan Atau Kekeliruan Dalam Penulisan Ayat-Ayat Al-Quran ini, Mohon Diinformasikan, Terima Kasih




Al-Quran dan Terjemahan Indonesia

 Hafizul Hamdi


Mari Bantu Membagikan Surat Al Kautsar (Nikmat Yang Banyak) ini. Silahkan di Copy Link dibawah, Insya Allah akan membawa Baraqah bagi kita semua. Aamiin YRA



Surat Al Maa'uun (Barang-Barang Yang Berguna)

بسم الله الرحمن الرحيم




Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?




Itulah orang yang menghardik anak yatim,







dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.







Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,







(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,







orang-orang yang berbuat riya,




dan enggan (menolong dengan) barang berguna.

Al-Quran dan Terjemahan



Jika Terdapat Kesalahan Atau Kekeliruan Dalam Penulisan Ayat-Ayat Al-Quran ini, Mohon Diinformasikan, Terima Kasih