Kata pujangga cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya tampak sekali. Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Sungguh, Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta (Jalaluddin Rumi).
Namun hati-hati juga dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu. Cinta yang tidak dilandasi kepada Allah. Itulah para pecinta dunia, harta dan wanita. Dia lupa akan cinta Allah, cinta yang
begitu agung, cinta yang murni.
Cinta Allah cinta yang tak bertepi. Jikalau sudah mendapatkan cinta-Nya, dan manisnya bercinta dengan Allah, tak ada lagi keluhan, tak ada lagi tubuhlesu, tak ada tatapan kuyu. Yang ada adalah tatapan optimis menghadapi segala cobaan, dan rintangan dalam hidup ini. Tubuh yang kuat dalam
beribadah dan melangkah menggapai cita-cita tertinggi yakni syahid di jalan-Nya.
Tak jarang orang mengaku mencintai Allah, dan sering orang mengatakan mencitai Rasulullah, tapi bagaimana mungkin semua itu diterima Allah tanpa ada bukti yang diberikan, sebagaimana seorang arjuna yang mengembara, menyebarangi lautan yang luas, dan mendaki puncak gunung yang tinggi demi
mendapatkan cinta seorang wanita. Bagaimana mungkin menggapai cinta Allah, tapi dalam pikirannya selalu dibayang-bayangi oleh wanita/pria yang dicintai. Tak mungkin dalam satu hati dipenuhi oleh dua cinta. Salah satunya pasti menolak, kecuali cinta yang dilandasi oleh cinta pada-Nya.
Di saat Allah menguji cintanya, dengan memisahkanya dari apa yang membuat dia lalai dalam mengingat Allah, sering orang tak bisa menerimanya. Di saat Allah memisahkan seorang gadis dari calon suaminya, tak jarang gadis itu langsung lemah dan terbaring sakit. Di saat seorang suami yang istrinya dipanggil menghadap Ilahi, sang suami pun tak punya gairah dalam hidup. Di saat harta yang dimiliki hangus terbakar, banyak orang yang hijrah kerumah sakit jiwa, semua ini adalah bentuk ujian dari Allah, karena Allah ingin melihat seberapa dalam cinta hamba-Nya pada-Nya. Allah menginginkan bukti, namun sering orang pun tak berdaya membuktikannya, justru sering berguguran cintanya pada Allah, disaat Allah menarik secuil nikmat yang dicurahkan-Nya.
Itu semua adalah bentuk cinta palsu, dan cinta semu dari seorang makhluk terhadap Khaliknya. Padahal semuanya sudah diatur oleh Allah, rezki, maut, jodoh, dan langkah kita, itu semuanya sudah ada suratannya dari Allah, tinggal bagi kita mengupayakan untuk menjemputnya. Amat merugi manusia yang hanya dilelahkan oleh cinta dunia, mengejar cinta makhluk, memburu harta
dengan segala cara, dan enggan menolong orang yang papah. Padahal nasib di akhirat nanti adalah ditentukan oleh dirinya ketika hidup didunia, Bersungguh-sungguh mencintai Allah, ataukah terlena oleh dunia yang fana ini. Jika cinta kepada selain Allah, melebihi cinta pada Allah, merupakan
salah satu penyebab do'a tak terijabah.
Bagaimana mungkin Allah mengabulkan permintaan seorang hamba yang merintih menengadah kepada Allah di malam hari, namun ketika siang muncul, dia pun melakukan maksiat.
Bagaimana mungkin do'a seorang gadis ingin mendapatkan seorang laki-laki sholeh terkabulkan, sedang dirinya sendiri belum sholehah. Bagaimana mungkin do'a seorang hamba yang mendambakan rumah tangga sakinah, sedang dirinya masih diliputi oleh keegoisan sebagai pemimpin rumah tangga..Bagaimana mungkin seorang ibu mendambakan anak-anak yang sholeh, sementara dirinya disibukkan bekerja di luar rumah sehingga pendidikan anak terabaikan, dan kasih sayang tak dicurahkan.
Bagaimana mungkin keinginan akan bangsa yang bermartabat dapat terwujud, sedangkan diri pribadi belum bisa menjadi contoh teladan Banyak orang mengaku cinta pada Allah dan Allah hendak menguji cintanya itu. Namun sering orang gagal membuktikan cintanya pada sang Khaliq, karena disebabkan secuil musibah yang ditimpakan padanya. Yakinlah wahai saudaraku kesenangan dan kesusahan adalah bentuk kasih sayang dan cinta Allah kepada hambanya yang beriman¡Ä
Dengan kesusahan, Allah hendak memberikan tarbiyah terhadap ruhiyah kita, agar kita sadar bahwa kita sebagai makhluk adalah bersifat lemah, kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali atas izin-Nya. Saat ini tinggal bagi kita membuktikan, dan berjuang keras untuk memperlihatkan cinta kita pada Allah, agar kita terhindar dari cinta palsu.
Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanya yang betul-betul berkorban untuk Allah Untuk membuktikan cinta kita pada Allah, ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan yaitu:
1) Iman yang kuat
2) Ikhlas dalam beramal
3) Mempersiapkan kebaikan Internal dan eksternal.
kebaikan internal yaituberupaya keras untuk melaksanakan ibadah wajib dan sunah. Seperti
qiyamulail, shaum sunnah, bacaan Al-qur'an dan haus akan ilmu. Sedangkan kebaikan eksternal adalah buah dari ibadah yang kita lakukan pada Allah, dengan keistiqamahan mengaplikasikannya dalam setiap langkah, dan tarikan nafas disepanjang hidup ini. Dengan demikian InsyaAllah kita akan menggapai cinta dan keridhaan-Nya.
Sudahkah cinta yang kita jalanin deangan kekasih kita karena Cinta karena Allah?
Pendaman rasa rindu yg tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata,cuma bisa di ungkapkan dengan DIAM.
Diamku adalah cintaku dan cintaku adalah diamku.
Dan jika memang "cinta dalam diamku" itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara didunia nyata,biarkan ia tetapkan diam.
Aku mencintaimu dalam diam,dengan isyarat yg tak pernah tertangkap oleh indera,aku tahu memiliki rasa ini adalah sebuah kesalahan,namun.....aku dibuat tak berdaya oleh rasa ini.
DIAM menjadi caraku untuk mencintaimu.
Cintaku pada orang yg aku cintai dan sayangi,ku titipkan pada Allah Ta'alaa,sebab hanya DIA-lah yg Maha Menjaga.
Dikala kita saling berjauhan,dikala aku memendan rindu ingin bertemu.
Allah menjaga dengan menenangkan hatiku,melalui doa,zdikir,dan shalatku.
Cintaku pada orang yg sungguh-sungguh aku sayangi adalah milik-Nya,jangan sampai cintaku kepadamu melebihi cintaku kepada penciptamu.
Aku rela jika kau tak mengenalku,tapi aku Mau kau mengenal hatiku.
Sebab bisa mengenalmu,bagiku sudah syukur dan memilikimu adalah harta yg paling berharga dalam hidupku.
Cinta diam sama dengan cinta dalam hati.
Cinta dalam hati sama dengan cinta tak harus memiliki.
Aku tidak bisa memiliki jiwamu,aku cuma bisa menjaga jasadmu.
Aku selalu berdoa,Semoga Allah selalu menjaga cinta ini.
Walaupun aku gk bisa beri apa-apa,yg bisa aku lakukan lebih adalah hanya memberi doa.
Sebab dengan mendoakanmu artinya aku memelukmu dan menjagamu dari jauh.
Karena dalam diamku tersimpan kekuatan....
Kekuatan harapan.
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintaku yg diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata.
Bukankah Allah takkan pernah memutuskan harapan hamba yg berharap pada-Nya...?
Dan jika memang "cinta dalam diamku" itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara didunia nyata,ku biarkan ia tetap diam.
Jika dia memang bukan milikku,toh Allah,melalui waktu akan menghapus "cinta dalam diamku" itu dengan memberi rasa yg lebih indah dan orang yg tepat.
Biarkan "cinta dalam diamku" itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara aku dan Sang Pemilik Hatiku.
Aku cuma mau bilang,....Aku cinta kamu,tapi aku juga tidak mau memaksamu untuk mencintaiku.
Karena aku yakin,kamu pasti mencintaiku dan saat ini kamu sedang melakukan yg terbaik untuk hidupmu dan masa depanmu.....!!
Walaupun saat ini yg aku rasakan kau mulai menjauh karena kesibukanmu....!!
Aku cuma bisa mengatakan "DALAM DIAMKU AKU SELALU MENCINTAIMU" ( bersambung ...hehehe dalam kisah Cintaku dalam Naungan Illahi ...diterbitkan Oleh We Nata Media - Cakra Hati ...)
Diamku adalah cintaku dan cintaku adalah diamku.
Dan jika memang "cinta dalam diamku" itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara didunia nyata,biarkan ia tetapkan diam.
Aku mencintaimu dalam diam,dengan isyarat yg tak pernah tertangkap oleh indera,aku tahu memiliki rasa ini adalah sebuah kesalahan,namun.....aku dibuat tak berdaya oleh rasa ini.
DIAM menjadi caraku untuk mencintaimu.
Cintaku pada orang yg aku cintai dan sayangi,ku titipkan pada Allah Ta'alaa,sebab hanya DIA-lah yg Maha Menjaga.
Dikala kita saling berjauhan,dikala aku memendan rindu ingin bertemu.
Allah menjaga dengan menenangkan hatiku,melalui doa,zdikir,dan shalatku.
Cintaku pada orang yg sungguh-sungguh aku sayangi adalah milik-Nya,jangan sampai cintaku kepadamu melebihi cintaku kepada penciptamu.
Aku rela jika kau tak mengenalku,tapi aku Mau kau mengenal hatiku.
Sebab bisa mengenalmu,bagiku sudah syukur dan memilikimu adalah harta yg paling berharga dalam hidupku.
Cinta diam sama dengan cinta dalam hati.
Cinta dalam hati sama dengan cinta tak harus memiliki.
Aku tidak bisa memiliki jiwamu,aku cuma bisa menjaga jasadmu.
Aku selalu berdoa,Semoga Allah selalu menjaga cinta ini.
Walaupun aku gk bisa beri apa-apa,yg bisa aku lakukan lebih adalah hanya memberi doa.
Sebab dengan mendoakanmu artinya aku memelukmu dan menjagamu dari jauh.
Karena dalam diamku tersimpan kekuatan....
Kekuatan harapan.
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintaku yg diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata.
Bukankah Allah takkan pernah memutuskan harapan hamba yg berharap pada-Nya...?
Dan jika memang "cinta dalam diamku" itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara didunia nyata,ku biarkan ia tetap diam.
Jika dia memang bukan milikku,toh Allah,melalui waktu akan menghapus "cinta dalam diamku" itu dengan memberi rasa yg lebih indah dan orang yg tepat.
Biarkan "cinta dalam diamku" itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara aku dan Sang Pemilik Hatiku.
Aku cuma mau bilang,....Aku cinta kamu,tapi aku juga tidak mau memaksamu untuk mencintaiku.
Karena aku yakin,kamu pasti mencintaiku dan saat ini kamu sedang melakukan yg terbaik untuk hidupmu dan masa depanmu.....!!
Walaupun saat ini yg aku rasakan kau mulai menjauh karena kesibukanmu....!!
Aku cuma bisa mengatakan "DALAM DIAMKU AKU SELALU MENCINTAIMU" ( bersambung ...hehehe dalam kisah Cintaku dalam Naungan Illahi ...diterbitkan Oleh We Nata Media - Cakra Hati ...)
Sesungguhnya yang mendatangkan rasa cinta ini, yang mendatangkan rasa kagum ini, yang memekarkan hati ini adalah dari-Nya. Sungguh aku hanya bisa menerimanya. Aku hanya bisa pasrah tertegun tak bisa mengelak atas perasaan ini padamu.
Tertegun dalam keindahan akhlakmu. Tertegun dalam manisnya lisanmu. Tertegun dalam tenangnya pandanganmu. Dan tertegun pula dalam kesejukan nasehatmu. Semua begitu sempurna, sungguh sempurna. Sesempurna sesuai firman-Nya.
Aku yang mengagumimu dalam diam. Utuh tak tersentuh. Seperti mentari yang menyapa bunga-bunga bermekaran. Tak pernah menyentuh namun cintanya terasa bagi kuntum-kuntum bunga yang sedang bermekaran itu.
Karena aku mengagumi maka izinkan aku tak mengusik khusyunya ibadahmu. Izinkan aku tak mengusik ketenangan hatimu. Tak mengapa aku tak bertegur sapa denganmu. Cukuplah bagiku menyapamu dalam doa-doaku.
Cukuplah bagiku tersenyum lezat melihatmu bahagia. Cukuplah bagiku menyebut namamu dalam hamparan sajadahku.
Aku yang tersentuh akhlak muliamu, aku yang terkagum lekat dalam sikapmu, mencintaimu dalam diam mungkin lebih baik bagi diriku dan dirimu. Lebih mulia bagi perasaanku dan perasanmu. Lebih menjaga kehormatanmu. Lebih menjaga kemuliaanmu. Maka izinkan aku, hai engkau yang begitu mulia, izinkan aku mencintaimu dalamn keikhlasan karena aku tak pernah tau apakah engkau yang tercatat dalam lauful mahfudz untukku?
Karena aku tak pernah tau adakah balasan darimu untukku. Biarlah kuasa Allah yang menggerakan hatimu untukku.
Bukan karena mencintaimu dengan diam aku akan menderita. Bukan karena mengagumimu dengan diam aku akan merana.
Namun, ketika ku artikan cinta itu pada sisi kehadiran dan kebersamaan denganmu. Maka itu lah penderitaan yang sesungguhnya.
Aku yang mencintaimu dari kejauhan. Walaupun sungguh aku merasa sangat dekat denganmu.
Biarlah aku dekap rapat perasaanku ini. Biarlah aku tutup rapat hingga Allah mengizinkan pertemuan kita. Namun jika memang engkau bukan tercatat untukku. Jika memang engkau hanya hiasan duniaku yang sementara, sungguh aku yakin Allah akan menghapus cinta dalam diamku padamu. Allah akan menghilangkan perasaanku untukmu. Dia akan memberikan rasa yang lebih indah pada orang yang paling tepat. Begitulah kuasa-Nya. Begitulah Dzat yang membolak-balika n hati hamba-Nya.
“Ketika aku tak lagi terkagum denganmu, maka pahamilah jejakku.. Karena mungkin, aku pernah menulis tentangmu dan meyapa namamu dalam tiap untaian doaku”
Dengan memejamkan kedua mata ini
Kunikmati Degup jantung berpacu dalam alam kekosongan
Perlahan hentakannya Menggetarkan ujung lidah ini
Bermain dengan pikiran dalam kesendirian
Cahaya hadir dalam pejaman tanpa beban
Kunikmati udara lembut mengalir melalui hidung ini
Cahaya semakin benderang dalam kegelapan itu
Bukan Hampa…..
hanya ruang seluas samudera tak berbatas
Menarik ujung bibirku untuk tersenyum dalam ruang kosong itu
tanpa beban……merangkulku
Sejenak kurebahkan tubuh ini menikmati indahnya Kesendirian
Berjalan mengarungi Dunia pikiranku
Terpana jiwaku berlari lepas tanpa beban
hilang lah sudah segala himpitan dalam pejaman mata
menikmati hadirnya cahaya dalam kegelapan
Aku menari diawan putih…….
Terbang dan berputar, dalam lembut dunia kesendirian
Indah memejamkan mata
melepaskan jiwa ini menikmati alamnya
Warna warni kehidupan berputar silih berganti
Kuberjalan perlahan dalam Ruang jiwaku
Tak kutemukan Api disana
Sirna dalam pejaman mata
hanya ketenangan dan tarian hati
Ah,,,, Indah sekali ruang dalam jiwa ini
terbuai aku dalam pesona irama jiwa
mengalir lembut dalam helaan nafas kedamaian
Seperti pohon menari indah dan bernyanyi
terbuai dalam kedamaian jiwa
Menikmati ruang dalam jiwa dalam seribu makna
Bukan dunia kesepian, hanya sejenak ingin menari
Melepaskan seluruh jiwa ini dari kelelahannya
bermain di dunia nyata jiwa
Alam jiwa yang sangat luas,
yang hanya dapat dilihat oleh hati
Indah sekali dunia jiwa….
Gelombang keindahan berputar membawa setiap pikiran
Menderu dalam terpaan kehangatan
Lepas dalam tarian jiwa
Aku tahu……….
Duduk menikmati pejaman mata dalam kesendirian
Melepas segala beban dan kesedihan
Lepas dan menari.. berputar,,, bernyanyi
Melayang.. jauhhh
jauhh dan semakin jauh
indah dan semakin indah
Aku menari dalam emosi jiwa, dalam pajaman mata
Bebas dan lepas…….
seperti burung melayang tinggi…..
jauh kesamudera luas jiwa ini
bernyanyi berputar dan berkelana bersama indahnya hati
hembusan kehangatan jiwa berputar dan bergelombang
Perlahan kubuka pejaman mata ini
Masih kunikmati Indahnya tarian jiwa
hanya senyuman hati mengalir dalam darah
tak ada lagi beban yang menahan Gemuruh hati
meski tak lagi memejamkan mata
Jiwaku masih menikmat nikmat Ruang luas samudera itu



Ketika kelelahan, tekanan, kejenuhan, kesedihan, bahkan beban yang terasa begitu berat menghimpit jiwaku, maka aku duduk dengan tenang, memejamkan mata, dan menikmati setiap cahaya yang hadir dalam jiwa, melupakan segalanya. Hanya menari mengikuti nyanyian hati. Aku tahu perlahan beban itu hilang, entah kemana, dan aku akan membuka mata dengan tersenyum, dalam kelegaan, dalam kedamaian. Hanya satu kata yang terucap di bibirku *SEMANGAT*. Jiwaku aku akan terus melangkah melewati badai, kerikil tajam, peluh, kegagalan dan meraih mimpi hanya dengan nyanyian jiwa dan tetap berjuang dalam *SEMANGAT*. Bukankah jalan itu masih terlalu panjang untuk dilalui, mengapa harus menyerah seakan jurang menanti di depan? Tak perlulah terpuruk dalam segala kegagalan, tak perlu lah terpuruk dalam segala kesalahan, karena masih ada cahaya jiwa membawa kita terbang meraih setiap mimpi dan harapan, meski harus melalui badai dan kerikil itu. Bukankah kekuatan jiwa jauh melebihi badai dan kerikil tajam?
Jika ingin menangis, biarkanlah dia mengalir disana, dan biarkan di pergi membawa segala kesesakan di dalam dada. Tak perlulah ditahan dan dipendam, karena air akan mengalir kesungainya, Kemudian *TERSENYUMLAH* dan *TAK PERLU MENGELUH*
Kabeh mergo soko kesombonganku
Kabeh mergo soko keangkuhanku
Iki dudu nasip utowo takdir
Ananging kabeh lakon iki amargo kesombongan lan keangkuhanku.
Duh Gusti Kang Moho Welas.....
Mugio paring kesempatan dateng kawulo ingkang duroko meniko..
Duh Gusti Kang Moho Kuwoso ...
Mugio paring kekiatan ...
Kessmpatan anggen kulo kangge Tobat
Kesempatan kangge mbenahi lampah
Kesempatan kangge Noto IMAN ISLAM LAN IKHSAN kulo
Ugi Kekiatan anggen kawulo ngadepi pacoban meniko.
Kabeh mergo soko keangkuhanku
Iki dudu nasip utowo takdir
Ananging kabeh lakon iki amargo kesombongan lan keangkuhanku.
Duh Gusti Kang Moho Welas.....
Mugio paring kesempatan dateng kawulo ingkang duroko meniko..
Duh Gusti Kang Moho Kuwoso ...
Mugio paring kekiatan ...
Kessmpatan anggen kulo kangge Tobat
Kesempatan kangge mbenahi lampah
Kesempatan kangge Noto IMAN ISLAM LAN IKHSAN kulo
Ugi Kekiatan anggen kawulo ngadepi pacoban meniko.
Nimas ..
Sliramu sing dadi amanah soko Gustiku
Penyakit sing ndak sandang iki ....
Soyo suwe soyo rekoso
Ananging aku kudu nompo kanti lilo
Iki dudu molo
Dudu sengkolo
Ananging iki nikmating Gusti
Lan berkahing Gusti
Aku ora ngerti ..
Opo aku kuat tanpo Welase Gusti..
Ngadepi kabeh lakon urip iki.
Nimas.....
Aku mung njaluk tulung marang sliramu
Sanadyan aku Rekoso
Sanadyan aku ora biso gawe donyamu kecukupan
Sanadyan aku ora sampurno tinimbang prio liyo
Aku njaluk tulung ewangono aku ngadepi Pitakone gusti ing tembe mburi
Kanti lakumu kang nurut marang perintahing gusti
Ridla lan syukurono nono opo sing wes ndak paringake marang sliramu
Sanadyan amung donga lan upo sesendok
Ewangono aku kanti taat lan bektimu
Ewangono aku kanti bareng urip miturut agomo
Ewangono aku nganggo weninge pikir lan atimu
Ewangono aku nganggo budi pekertimu
Nimas ayo nggayuh sorganing gusti bebarengan...
Kanggo Putro Putriku kabeh...
Pandongaku kanggo siro kabeh
Mugo dadi putro putri sing taat bekti lan sholeh ugo sholehah
Bapak ora bangga siro dadi dokter utowo pejabat
Ananging bapak bangga yen to siro kabeh dadi wong utomo
bekti taat marang wong tuwo lan Gustimu ugo Rosulmu
Ngger anak - anakku
Wes titi wancine siro kabeh ngadepi donya iki.
Sing ati ati lan waspodo
Sebab donya iki kebak goda
Kuatno Iman Islam lan Ikhsanmu
Ilangno kesombongan lan ke angkuhanmu
Mlakuo kanti ati lan pikiran sing wening
Sebab donya iki wes kebak sangkrah
Ngger....
Tresnanono ibumu lan sayangono ibumu
Bekti lan taato marang ibumu
Ojo ibumu sing mbok kon taat patuh marang sliramu
Ojo mikir bapak mikiro ibumu
sebab antaraning bapak karo ibu sing kudu mbok disiake pangestuni ibumu
Ngger Aku ora ngerti
Kapan bapak bali marang Gusti
Siapno ati lan mentalmu ngadepi lelakon urip
Ing wektu iki bapak amung nyuwun marang Gusti
Mugo Gusti isih lan tansah maringi kesempatan kanggo bapak
Kesempatan kanggo mertobat..
Kesempatan kanggo ngopeni lan mertanggung jawabke amanah gustimu
Yo iku Sliramu kabeh sing wes di amanahke no bapak
" Ya Allah berilah kekuatan dan umur panjang untuk ku Ya Alloh..Engkau Maha Kuasa ..Engkau Maha penerima Taubat ...Engkau Maha Welas Asih ...Engkau Maha Bijaksana...Engkau Maha Penentu ...Maha Besar Engkau Ya Alloh....Kabulkanlah doaku ini Ya Alloh.....Aamiin Ya Robbal Alaamiin "
Uripku mung nunggu pestine Gusti...
Aku ora ngerti kudu kepiye ...
Tanggung jawab sing bakal tak tanggung Ing ngarsani Gusti,,,
Aku kudu kepiye jawabku marang pitakone Gustiku...
Umur lan wektuku ws tak sia sia ake.
Anugrah lan nikmat sing ndak tompo wes tak kufuri.
Amanahe Gustiku wes tak khianati...
Aku kudu kepiye ....
Anak bojo sing dadi amanah kanggo aku..
Sampai dino iki durung biso ndak toto lan ndak jogo.
Aku durng biso nyenengke gustiku..
Batinku kudu jerit
Aku ora ngerti kudu kepiye
Nglakoni iki kabeh...
Mergo aku ugo ora ngerti kapan tinimbalan gusti.
Aku ora ngerti kudu kepiye ...
Tanggung jawab sing bakal tak tanggung Ing ngarsani Gusti,,,
Aku kudu kepiye jawabku marang pitakone Gustiku...
Umur lan wektuku ws tak sia sia ake.
Anugrah lan nikmat sing ndak tompo wes tak kufuri.
Amanahe Gustiku wes tak khianati...
Aku kudu kepiye ....
Anak bojo sing dadi amanah kanggo aku..
Sampai dino iki durung biso ndak toto lan ndak jogo.
Aku durng biso nyenengke gustiku..
Batinku kudu jerit
Aku ora ngerti kudu kepiye
Nglakoni iki kabeh...
Mergo aku ugo ora ngerti kapan tinimbalan gusti.
Kabar Berita
Untukmu Istriku....
Istriku kesinilah berbaringlah dalam pangkuanku semoga keberkahan dan kebaikan senantiasa menaungi jiwamu.....
Istriku sayang ....tiba saatnya aku suamimu menjalankan kewajibanku sebagai suami padamu ....namun sebelum aku jalankan kewajibanku padamu maka engkau pun harus menjalankan juga kewajibanmu sebagai seorang istri yang taat dan sholehah....kewajibanku kali ini yang akan kujalankan padamu adalah menasehatimu membimbingmu ada jalan yang benar pada jiwa yang di berkahi dan diridloi...hingga kau bahagia esok dalam sorgaNya.
Istriku yang cantik...sungguh Allah telah memberiku karunia besar padaku dengan memberiku seorang pendamping sepertimu....
wahai istriku.....ingatlah ...engkau memang berparas cantik kulitmu halus putih bersih hingga orang iri terhadapku...namun ketahuilah wahai istriku ...aku memandangmu menikahimu bukan karena kecantikan rupamu atau putih mulusnya kulitmu,,,namun aku menikahimu karena kecantikan dan kehalusan hati dan budi pekertimu....
wahai Istriku ....kecantikan akan pudar kulitmu akan segera berkeriput ..hal yang jadi kebangganmu akan menjadikan bayang ketakutanpada dirimu...janganlah sesekali bangga oleh kecantikanmu atau halusnya kulitmu....karena kebangganmu itu akan membawa kehancuran dan petaka bagimu .....apabila hal itu kau sombongkan kau pamerkan dan kau agungkan.
Wahai Istriku ...Harta adalah titipan dari yang kuasa walo memang itu jerih payah kita namun ketahuilah apabila Allah tak memberi maka kau pun tak akan punya apa apa yang kau banggakan....jangan sesekali kau pamerkan kau sombongkan harta duniamu ...ingatlah apabila Allah mengendaki kehancuran maka dalam hitungan detik semua akan hilang binasa,,,Jangan meremehkan orang lain dalam bergaul atau berteman ..karena sebenarnya kesuksesanmu adalah berkah dari doa orang orang muslim sedunia yang pada saat sholat selalu mendoaakn semuanya....
Jangan kau menganggap dirimu suci karena semakin kau menganggap benar dan suci maka sessungguhnya kau telah membuka jati dirimu yang kotor penuh dengan dosa,,,,Wahai sitriku Ingin sekali kusentuh Hatimu .....agar kau selamat
Istriku sayang ....tiba saatnya aku suamimu menjalankan kewajibanku sebagai suami padamu ....namun sebelum aku jalankan kewajibanku padamu maka engkau pun harus menjalankan juga kewajibanmu sebagai seorang istri yang taat dan sholehah....kewajibanku kali ini yang akan kujalankan padamu adalah menasehatimu membimbingmu ada jalan yang benar pada jiwa yang di berkahi dan diridloi...hingga kau bahagia esok dalam sorgaNya.
Istriku yang cantik...sungguh Allah telah memberiku karunia besar padaku dengan memberiku seorang pendamping sepertimu....
wahai istriku.....ingatlah ...engkau memang berparas cantik kulitmu halus putih bersih hingga orang iri terhadapku...namun ketahuilah wahai istriku ...aku memandangmu menikahimu bukan karena kecantikan rupamu atau putih mulusnya kulitmu,,,namun aku menikahimu karena kecantikan dan kehalusan hati dan budi pekertimu....
wahai Istriku ....kecantikan akan pudar kulitmu akan segera berkeriput ..hal yang jadi kebangganmu akan menjadikan bayang ketakutanpada dirimu...janganlah sesekali bangga oleh kecantikanmu atau halusnya kulitmu....karena kebangganmu itu akan membawa kehancuran dan petaka bagimu .....apabila hal itu kau sombongkan kau pamerkan dan kau agungkan.
Wahai Istriku ...Harta adalah titipan dari yang kuasa walo memang itu jerih payah kita namun ketahuilah apabila Allah tak memberi maka kau pun tak akan punya apa apa yang kau banggakan....jangan sesekali kau pamerkan kau sombongkan harta duniamu ...ingatlah apabila Allah mengendaki kehancuran maka dalam hitungan detik semua akan hilang binasa,,,Jangan meremehkan orang lain dalam bergaul atau berteman ..karena sebenarnya kesuksesanmu adalah berkah dari doa orang orang muslim sedunia yang pada saat sholat selalu mendoaakn semuanya....
Jangan kau menganggap dirimu suci karena semakin kau menganggap benar dan suci maka sessungguhnya kau telah membuka jati dirimu yang kotor penuh dengan dosa,,,,Wahai sitriku Ingin sekali kusentuh Hatimu .....agar kau selamat
Wahai Istriku .....
Duduklah dalam pangkuanku...
Dan dengarkalah .....
Kewajiban sumimu ini adalah menasehatimu
Menunjukan jalan pada sorgamu
Memperjuangkan kehidupanmu kelak di akherat
Istriku ...
Akan kusampaikan kewajibanku menasehatimu dan mendidikmu..
Namun kuharap engkau tunaikan juga kewajibanmu sebagai istri sebagai ma'mumku.
Yaitu dengan mendengarkan dengan bangga dan penuh rasya syukur serta menjalaninya
Dari semua Nasehatku ini
Istriku Sayang.....
Ketahuilah aku sayang padamu karena Allah...
Aku tak pernah mensahetimu atau mengajakmu pada jalan yang bertentangan dengan Agama Allah
Aku tak pernah berjalan hanya menuruti Ego atau kesenanganku agar kau nurut...
Aku sayang padamu
Itulah kenapa aku harus menyelamatkanmu dari siksa kubur dan neraka
Aku sayang padamu ...
Itulah kenapa aku harus menjaga kehormatanmu dari pandangan dunia dan di mata Allah SWT
Ketahuilah Istriku....
Orang yang sayang dengan tulus tak akan pernah berjalan hanya menuruti Ego dan kesenangan diri
Orang yang Sayang tak harus menuruti kemauanmu yang cenderung pada arah kesenangan dan kepuasan.
Namun orang yang sayang adalah orang yang mengajakmu dalam kebaikan ,menyelamatkanmu dari pedihnya siksa dan azab neraka .
Oarang yang sayang senantiasa menjega kehormatanmu sebgaim wanita rumah tangga yang didik dalam naungan kalam ILLahi.
Istriku aku tak berharap kau sempurna karena aku tau aku sendiri bukan orang yang sempurna
Namun kita harus saling menyempurnakan bukan saling menuntut.
Istriku Terhadap dunia ini kamu harus berhati hati
Dunia ini menwarkan padamu segala kecantikan dan ke indahan agar engkau menukarkanya dengan keimananmu dan ketaatanmu.
Ingat wahai itriku lihatlah kedepan ada dua jalan membentang yang akan kita lalui
yang pertama adalah jalan ke neraka ...dan untuk mencapai nerka kau sendiri sudah tau apa yang kau kerjakan...
Dan satu lagi adalah jalan menuju ke sorga ....jalanya bertentangan dengan kesenanganmu keangkuhanmu ...namun keindahan akan kau dapatkan pasti..bila kita mau menjalaninya sesuai aturan agama
Duduklah dalam pangkuanku...
Dan dengarkalah .....
Kewajiban sumimu ini adalah menasehatimu
Menunjukan jalan pada sorgamu
Memperjuangkan kehidupanmu kelak di akherat
Istriku ...
Akan kusampaikan kewajibanku menasehatimu dan mendidikmu..
Namun kuharap engkau tunaikan juga kewajibanmu sebagai istri sebagai ma'mumku.
Yaitu dengan mendengarkan dengan bangga dan penuh rasya syukur serta menjalaninya
Dari semua Nasehatku ini
Istriku Sayang.....
Ketahuilah aku sayang padamu karena Allah...
Aku tak pernah mensahetimu atau mengajakmu pada jalan yang bertentangan dengan Agama Allah
Aku tak pernah berjalan hanya menuruti Ego atau kesenanganku agar kau nurut...
Aku sayang padamu
Itulah kenapa aku harus menyelamatkanmu dari siksa kubur dan neraka
Aku sayang padamu ...
Itulah kenapa aku harus menjaga kehormatanmu dari pandangan dunia dan di mata Allah SWT
Ketahuilah Istriku....
Orang yang sayang dengan tulus tak akan pernah berjalan hanya menuruti Ego dan kesenangan diri
Orang yang Sayang tak harus menuruti kemauanmu yang cenderung pada arah kesenangan dan kepuasan.
Namun orang yang sayang adalah orang yang mengajakmu dalam kebaikan ,menyelamatkanmu dari pedihnya siksa dan azab neraka .
Oarang yang sayang senantiasa menjega kehormatanmu sebgaim wanita rumah tangga yang didik dalam naungan kalam ILLahi.
Istriku aku tak berharap kau sempurna karena aku tau aku sendiri bukan orang yang sempurna
Namun kita harus saling menyempurnakan bukan saling menuntut.
Istriku Terhadap dunia ini kamu harus berhati hati
Dunia ini menwarkan padamu segala kecantikan dan ke indahan agar engkau menukarkanya dengan keimananmu dan ketaatanmu.
Ingat wahai itriku lihatlah kedepan ada dua jalan membentang yang akan kita lalui
yang pertama adalah jalan ke neraka ...dan untuk mencapai nerka kau sendiri sudah tau apa yang kau kerjakan...
Dan satu lagi adalah jalan menuju ke sorga ....jalanya bertentangan dengan kesenanganmu keangkuhanmu ...namun keindahan akan kau dapatkan pasti..bila kita mau menjalaninya sesuai aturan agama
Mendaba pada semubuah kempurnaan.
Sempurna mendapat uami ,istri atau apapun itu.
Banyak manusia yang tak mau bercermin terhadap dirinya sendiri
Atau tak mau bertanya tentang dirinya sendiri
Siapakah diri ini yang berani menuntut kesempurnaan terhadap orang lain.
Ibarat air keruh kotor dan bau yang disaring yang bersih akan menyatu pada yang bersih dan yang kotor pastinya akan menyatu pada yang kotor pula .
Bercerminlah Siapa diri ini
Kita hanya manusia yang sombong angkuh yang tak tau malu tak tau diri
Berjalan hanya menuruti ego....
Menuntut hal yang sempurna sedang diri tak ubahnya seperti comberan .
Kesempurnaan adanya ada dalam jiwa
Bukan pada penampilan bukan pada harta atau tahta.
Sepurnakan diri seblum berharap kesempurnaan itu datang menghampirimu.
Bercerminlah pada diri
Sempurna mendapat uami ,istri atau apapun itu.
Banyak manusia yang tak mau bercermin terhadap dirinya sendiri
Atau tak mau bertanya tentang dirinya sendiri
Siapakah diri ini yang berani menuntut kesempurnaan terhadap orang lain.
Ibarat air keruh kotor dan bau yang disaring yang bersih akan menyatu pada yang bersih dan yang kotor pastinya akan menyatu pada yang kotor pula .
Bercerminlah Siapa diri ini
Kita hanya manusia yang sombong angkuh yang tak tau malu tak tau diri
Berjalan hanya menuruti ego....
Menuntut hal yang sempurna sedang diri tak ubahnya seperti comberan .
Kesempurnaan adanya ada dalam jiwa
Bukan pada penampilan bukan pada harta atau tahta.
Sepurnakan diri seblum berharap kesempurnaan itu datang menghampirimu.
Bercerminlah pada diri
Semua manusia dibawah kolong langit pernah bersalah, kecuali para rasul yang dibimbing wahyu. Meratapi masa lalu berarti mengungkap kembali dan mengenangnya sejarah kelabu kita sendiri. Itu artinya membebani diri dengan persoalan yang sudah terjadi dan pada akhirnya menyiksa diri sendiri, sehingga bukan mustahil akan menganiaya sesama.
Semua manusia mempunyai pola dan warna perjalanan kehidupanya berbeda antara satu dengan yang lain. Kehidupan yang menunjukan tren menaik (up), tidak selamanya bertahan, kecuali juga turun(down). Alhasil perjalanan hidup manusia mengalami huktuasi up and down, pasang dan surut, bersinar dan meredup. Kehidupan ini telah digambarkan diibaratkan sebagai roda pedati terus berputar seperti disebut oleh Allah. Dan masa kejayaan (Kejayaan dan Kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia agar (mereka mendapatkan pelajaran) (QS : Ali Imran 140) Meskipun ayat ini berbicara soal kalah menang dalam peperangan (perang badar), tetapi kandungan pelajaran dan hikmah untuk kehidupan manusia secara luas. Kita yang hidup dalam masa ”damai” pun mengalami situasi masa perang. Adakalanya mujur, tetapi juga adakalanya buntung, begitulah seterusnya pola hidup yang harus dijalani.
Bagi manusia yang tidak memahami otoritas Yang Maha Kuasa tentunya dia mau menerima pola hidup yang beruntung. Sementara merugi dipandang sebagai hal tidak mengenakkan, bahkan menuding Tuhan tidak adil. Respon seperti ini adalah cermin dari jiwa yang tidak dewasa, atau setidak–tidaknya Syahwat jelek yang tidak terkendali oleh hati nurani. Ini juga karena kurangnya informasi agama atau keringnya keberagamaan kita tanpa ilmu yang memadai. Orang seperti mereka ini sesungguhnya beragama/beribadah setengah-setengah hati, tidak sungguh–sungguh, akibatnya merugi dunia dan akhirat.
Perhatikan fiman Allah: “Dan diantara manusia ada orang yang menyembah Allah berada ditepi, (tidak dalam keyakinan), maka jika mereka memperoleh kebajikan, tetaplah ia pada keadaan itu, dan jika mereka ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia kebelakang (kembali kafir lagi). Rugilah ia dunia dan akhirat, yang demikin itu kerugian yng nyata (QS : Al Hajj : 11) Pahami baik–baik isi ayat tersebut, dan janganlah jadi orang yang zalim sesudah mengetahui kebenaran firman Allah ini. Artinya menjadi manusia itu harus gentleman, mau menerima segala kebaikan, juga harus menerima resiko hidup. Karena sikap tersebut mnunjukkan bahwa kita pantas disebut manusia pada sejatinya tidak pernah bebas dari asem / garamnya kehidupan, pahit manisnya capaian hidup.
Oleh karenanya meratap nasib masa lalu berarti membuat kezaliman ganda pada diri sendiri. Yaitu pertama pada masa muncul resiko, dan kedua membuka kembali luka lama dan mengenangnya sebagai bayangan yang menakutkan, menyedihkan bahkan menjengkelkan. Hati dan pikiran dalam bayangan ini tidak pernah bersih dan masuk akal pada setiap ucapan dan perbuatannya. Sehingga boleh jadi orang memandang kita setengah gila, atau mungkin gila beneran? Karena itu maka memutus mata rantai sebuah duka dan menggantinya dengan suka cita itu adalah satu sikap yang perlu dilakukan. Karena dari sinilah timbul optimisme gemilang untuk menata kembali yang lebih baik dari sebuah perjalanan hidup yang pernah tersandung. Menyesali nasib masa lalu itu manusiawi, tetapi hanya dalam kerangka membangun kesadaran untuk hidup lebih baik. Meratapi masa lau adalah ibarat obat overdosis yang ujung–ujungnya akan mencelakakan diri sendiri juga bisa jadi terhadap sesama.
Karenanya jangan lagi meratapi masa lalu, apa lagi sudah berlalu dan kadaluarsa. Kedepan harus optimisme yang militan untuk memulai hidup baru yang lebih baik dan bermartabat. Katakan pada diri sendiri “untuk apalagi meratapi masa lalu itu”, sedang didepan kita menjanjikan kebahagiaan/kebaikan. Katakan goodbye padanya sembari senyum menatap masa depan optimisme bahwa kita ingin perubahan we want to change. Dan menurut hemat saya kita baru bisa berprinsip seperti itu apabila dalam menjalani hidup ibarat air mengalir, nikmat disyukuri, ujian dinikmati, maka selesai sudahlah ujian hidup itu. Jangan pernah berprinsip seperti kantor Pegadaian “menyelesaikan masalah tanpa masalah”. Itu cermin orang yang tidak bertanggung jawab alias lari dari persoalan hidup dan mencari orang lain sebagai kambing hitamnya. Bagaimana mungkin menyelesaikan masalah tanpa msalah itu? Menggadaikan barang saja sering berkelahi dengan keluarga palagi menebusnya tanpa kemampuan yang cukup, sehingga barang gadaiannya harus dilelang dengan harga yang murah, dan pemilik barang juga harus menebus kekuranganya, ini semua masalah, yang terpenting adalah tanggung jawab orang pada masalah tersebut. Seperti itulah gambaranya orang hidup, jangan mencari maslah kalaupun itu terjadi, bertanggung jawablah menyelesaikannya. Yang penting kita menyongsong masa depan dengan senyum dan kerja merubah nasib. “Allah tidak merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu berusaha merubahnya (baca QS : Al-Mujaddalah : 11) Kemudian bacalah dan fahami baik-baik Firman Allah pada (QS : Al-Ashr : 1-3). Dan karenanya tak perlu meratapi lagi masa lalu. “Maju terus pantang mundur membela yang benar”, hindari sikap maju terus pantang mundur membela yang bayar.
naliko isih awujut uler
srakah,rakus mongso kabeh kang ono
gegodongan kabeh cuntes tatas
rakus,umuk koyo urip mog sapisan mung
kanggo mangan
tan leren nuruti howo lan nefsu naliko gegodongan resik kamongso
kaeinengan kang di turuti ,raperduli rusaking
bumi
angrebut duweking liyan
mbuh raweruh tanpo pakewuh uler
ciptaning pangeran kang tak critakke
urip ing wit-witan,alas lan taman taman
saklawase kanti pungkasing jaman
dadio patuladan lan piwulang tumrat janmo
kang nduweni iman kesel mangan ,lan nuruti howo nepsune
wektu tansah lumaku,lewat mengkono wae
koyo raono tipak tilase wektu tansah gonta ganti lungo teko
nuwuhkerososalah lan doso
si uler mertopo nganti keliwat mangso
nyuwun pangapuro,ing gusti kang moho kuoso
tobat lan keduwung marang luputing niro datan nedho lan ngombe ngelak lan luwe tan
kroso
rogo kekurung wujud enthung
ing njero njingkrung tanpo pitulung
laku semedi lan mertopo
nyuwun pangapurane kang moho kuasa pirang-pirang dino wes lumaku
meneng mbegegek,mung ugak ugek
tan nyawang cahyaning baskoro
nyuwun pangapuraning sedoyo doso lan cidro si entung prihatin pinulang pangesti
tumibane wektukang kaantu antu
pangeran kang moho asih paring bebungah
uler kang maune serakah
gumanti arupo titah kang endah
kupu kang endah naminipun berkah pancen pangeran wicaksonoa milih
marang titah banget le asih
sakawit uler srakat tan
dadio kupu endah linuwih
mabur ing angkoso royo mengeti laire ing ndonyo kang tan lono
kembang kang endah kebak madu-madu kang
mulyo
dadi mongso kupu samiyo
pinongko piwales pamartobatnyo mangkono lelakon crito uripe
kabeh kedadian wis kang atur deneng yahwe
dadio patuladan manungso sak kabehe
sanajan uler wes akeh dosane
enggal sadar banjur nyuwun pangapurane.
Wus adoh lakuku
Njajah desa milangkori
ndulit sakwernaning edi peni
wareg legining bratawali
kaya kaya wektuku wis ora suwe
kadhang widodari katon ngawe awe
asung esem ngujiwati
nagih janji Gusti kang nyawiji
lamun urip bakale mati
tan kena ora
tansaya sumpeg anggonku sesora
malaikat paring tegas teges
lamun sakkabehing polah ana wates
Yen pancen wis cedhak umurku
digedhe pangapuramu
dudu donya brana kang kaantu
mung esemmu kang ingsun tunggu
lan wacanen geguritanku
ing sandhing jasadku kang layu
Aja cilik ati
kabeh bakal nglakoni
sowan ngarsaning Gusti
didangu sakkabehing leladi
pangkat drajat bandha bandhu bagus ayu
tan bisa tetulung sliramu sliraku
hamung amal becik suci
kang bisa ndherekke kita ing paseban jati
mula wiwit saiki sing gemati
aja lena pepaesing donya kang nyalawadi
Kanggo sliramu wong ayu .......

Wahai para Istri sejauh mana cintamu dan sayangmu pada Suamimu..
Sejauh mana kau menjalankan sumpahmu terhadap Suamimu .
Sampai sejauhmana engkau menganggap suamimu ada ....
Sampai sedalam apa kau menghormati suamimu...
Apakah semua kata katamu palsu
Apakah semua katamu hanya bualan
Apakah kau tak ubahnya seorang pendusta dan perayu...
Apakah kau benar dengan sumpahmu
Takutkah dengan akibat dari kata dan sumpahmu
Azabmu datang dengan kebinasaanmu
Laknat seluruh makhluk tidakkah memberimu rasa gentar
Wahai para Istri ...
kalo engkau sayang pada suamimu kenapa engkau tak bisa menjaga kehormatan suamimu
kalo engkau cinta pada suamimu kenapa engkau jadi penyakit pada suamimu
Kenapa kau suguhkan api neraka dalam Rumah tanggamu
Kenapa kau tuang pikiran burukmu pada suamimu.
Bukankah harusnya kau berdoa yang terbaik bagi suami dan keluargamu
Bukankah kau harusnya menjaga kehormatan suamimu dari segala kelakuan dan ucapanmu
Bukankah harusnya kau menjadi obat pagi suamimu bukan malah jadi racun bagi suamimu
Bukankah kau harusnya membawa berkah bagi suamimu dan keluargamu bukan malah keruwetan yang kau suguhkan
Wahai para istri kalo engkau menganggap suamimu ada maka harusnya kau tak berselingkuh apapun alasanya.dengan bermain sms telpon dari orang yang bukan Muhrim tanpa sepengetahuan suamimu.
Wahai para istri kalo kau menganggap dia suamimu harusnya kau tidak menyembunyikan keburukan.
Kalo kau menhormati suamimu harusnya kau patuh di depan maupun di belakang suamimu.
Jagalah kemaluanmu dan kehormatanmu kalo engkau menganggap perkawinan adalah sakral dan ibadah.bukan cuman sekdar kepuasan kemaluanmu.
Wahai Para Istri mengertilah
Seorang suami yang mencoba membawamu bahagia di akherat nanti
Seorang suami yang rela mengorbankan kehormatan nyawanya demi engkau
banting tulang demi menafkahimu.
Sadarlah wahai Istri yang sholehah jangan banyak mencari dalil hanya sekedar mengikuti nafsu dan kesenanganmu.
Sadarlah hai para istri Kau bukan pelacur jalanan kau di ikrar disumpah dalam upacara perkawinan kau telah di sucikan dalm acara itu,
Ingat seorang pelacur selalu berdoa tiap saat agar ia kembali menuju pada jalan kebaikan ,
namun kenapa enkau wahai para istri katanya kau wanita terhormat tapi justru baerperilaku layaknya pelacur jalanan.
dan ingatlah wahai para istri yang terhormat yang telah di sucikan dalam ikrar pernikahan ..seorang pelacur punya jiwa yang bersih dan senantiasa berfikir kebaikan ...berperilakulah engkau layaknya seorang istri yang terhormat bagi suamimu.
Sejauh mana kau menjalankan sumpahmu terhadap Suamimu .
Sampai sejauhmana engkau menganggap suamimu ada ....
Sampai sedalam apa kau menghormati suamimu...
Apakah semua kata katamu palsu
Apakah semua katamu hanya bualan
Apakah kau tak ubahnya seorang pendusta dan perayu...
Apakah kau benar dengan sumpahmu
Takutkah dengan akibat dari kata dan sumpahmu
Azabmu datang dengan kebinasaanmu
Laknat seluruh makhluk tidakkah memberimu rasa gentar
Wahai para Istri ...
kalo engkau sayang pada suamimu kenapa engkau tak bisa menjaga kehormatan suamimu
kalo engkau cinta pada suamimu kenapa engkau jadi penyakit pada suamimu
Kenapa kau suguhkan api neraka dalam Rumah tanggamu
Kenapa kau tuang pikiran burukmu pada suamimu.
Bukankah harusnya kau berdoa yang terbaik bagi suami dan keluargamu
Bukankah kau harusnya menjaga kehormatan suamimu dari segala kelakuan dan ucapanmu
Bukankah harusnya kau menjadi obat pagi suamimu bukan malah jadi racun bagi suamimu
Bukankah kau harusnya membawa berkah bagi suamimu dan keluargamu bukan malah keruwetan yang kau suguhkan
Wahai para istri kalo engkau menganggap suamimu ada maka harusnya kau tak berselingkuh apapun alasanya.dengan bermain sms telpon dari orang yang bukan Muhrim tanpa sepengetahuan suamimu.
Wahai para istri kalo kau menganggap dia suamimu harusnya kau tidak menyembunyikan keburukan.
Kalo kau menhormati suamimu harusnya kau patuh di depan maupun di belakang suamimu.
Jagalah kemaluanmu dan kehormatanmu kalo engkau menganggap perkawinan adalah sakral dan ibadah.bukan cuman sekdar kepuasan kemaluanmu.
Wahai Para Istri mengertilah
Seorang suami yang mencoba membawamu bahagia di akherat nanti
Seorang suami yang rela mengorbankan kehormatan nyawanya demi engkau
banting tulang demi menafkahimu.
Sadarlah wahai Istri yang sholehah jangan banyak mencari dalil hanya sekedar mengikuti nafsu dan kesenanganmu.
Sadarlah hai para istri Kau bukan pelacur jalanan kau di ikrar disumpah dalam upacara perkawinan kau telah di sucikan dalm acara itu,
Ingat seorang pelacur selalu berdoa tiap saat agar ia kembali menuju pada jalan kebaikan ,
namun kenapa enkau wahai para istri katanya kau wanita terhormat tapi justru baerperilaku layaknya pelacur jalanan.
dan ingatlah wahai para istri yang terhormat yang telah di sucikan dalam ikrar pernikahan ..seorang pelacur punya jiwa yang bersih dan senantiasa berfikir kebaikan ...berperilakulah engkau layaknya seorang istri yang terhormat bagi suamimu.
Bismillahirrahmanirrahiim
يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّ مِنۡ أَزۡوَٲجِكُمۡ وَأَوۡلَـٰدِڪُمۡ عَدُوًّ۬ا لَّڪُمۡ فَٱحۡذَرُوهُمۡۚ وَإِن تَعۡفُواْ وَتَصۡفَحُواْ وَتَغۡفِرُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ۬ رَّحِيمٌ“
Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampunkan (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surah At-Taghabun: 14)
SEBAB PENURUNAN AYAT
Menurut satu riwayat yang dikeluarkan oleh Imam Ibnu Jarir daripada ‘Ata Ibn Yasar, dia berkata: Surah At-Taghabun telah diturunkan keseluruhannya di Makkah kecuali ayat 14 dan ayat-ayat berikutnya diturunkan di Madinah. Ayat 14 dalam surah ini diturunkan berkenaan kejadian yang terjadi kepada ‘Auf Ibn Malik al-’Ashja’i. Beliau mempunyai seorang isteri dan seorang anak. Ketika ‘Auf hendak pergi berperang di jalan Allah, isteri dan anaknya menangis dan menahannya supaya tidak pergi sambil mereka berkata, “Kepada siapa kami akan kamu tinggalkan?” ‘Auf berasa simpati dengan mereka dan tidak jadi pergi. Maka turunlah ayat 14 dalam surah ini menceritakan peristiwa berkenaan.
Dalam riwayat lain yang dikeluarkan oleh Imam At-Tirmizi dan Imam al-Hakim daripada Ibnu Abbas, dia berkata: Ayat yang berbunyi: “Sesungguhnya antara isteri-isteri dan anak-anak kamu ada yang menjadi musuh bagimu, oleh karena itu berhati-hatilah kamu”,
Pahami wahai para orang tua anak - anakmu istri - istrimu dia amanah bagimu mereka bisa membawamu ke sorga juga bisa menjerumuskanmu ke Neraka kenapa demikian ayo kita renungkan lebih dalam lagi...buka mata dan buka hatimu ayo berfikir dengan nuranim,u ayo berfikir dengan kebenaran Iman kalo memang kamu percaya adanya Kitab Allah SWT.ayo berfikir dan renungkan kalo kamu tak mau kebinasaan datang padamu.
1. Seorang wanita apabila telah menikah maka suaminya lebih berhak terhadap dirinya daripada kedua orangtuanya. Sehingga ia lebih wajib menaati suaminya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللهُ
“Maka wanita yang shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada (bepergian) dikarenakan Allah telah memelihara mereka…” (An-Nisa’: 34)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam haditsnya:
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرْتَ إِلَيْهَا سَرَّتْكَ، وَإِذَا أَمَرْتَهَا أَطَاعَتْكَ، وَإِذَا غِبْتَ عَنْهَا حَفِظَتْكَ فِي نَفْسِهَا وَمَالِكَ
“Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita yang shalihah. Bila engkau memandangnya, ia menggembirakan (menyenangkan)mu. Bila engkau perintah, ia menaatimu. Dan bila engkau bepergian meninggalkannya, ia menjaga dirinya (untukmu) dan menjaga hartamu1.”
Dalam Shahih Ibnu Abi Hatim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا صَلَتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا، دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ
“Apabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktunya, mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia inginkan2.”
Dalam Sunan At-Tirmidzi dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا رَاضٍ عَنْهَا دَخَلَتِ الْجَنَّةَ
“Wanita (istri) mana saja yang meninggal dalam keadaan suaminya ridha kepadanya niscaya ia akan masuk surga.”
At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan3.”
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
لَوْ كُنْتُ آمِرًا لِأَحَدٍ أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا
“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.”
Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia berkata, “Hadits ini hasan4.” Diriwayatkan pula oleh Abu Dawud dan lafadznya:
لَأَمَرْتُ النِّسَاءَ أَنْ يَسْجُدْنَ لِأَزْوَاجِهِنَّ، لِمَا جَعَلَ اللهُ عَلَيْهِنَّ مِنَ الْحُقُوْقِ
“…niscaya aku perintahkan para istri untuk sujud kepada suami mereka dikarenakan kewajiban-kewajiban sebagai istri yang Allah bebankan atas mereka.”5
Dalam Al-Musnad dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَصْلُحُ لِبَشَرٍ أَنْ يَسْجُدَ لِبَشَرٍ، وَلَوْ صَلَحَ لِبَشَرٍ أَنْ يَسْجُدَ لِبَشَرٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا مِنْ عِظَمِ حَقِّهِ عَلَيْهَا، وَاَّلذِي نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَوْ كَانَ مِنْ قَدَمِهِ إِلَى مَفْرَقِ رَأْسِهِ قَرْحَةً تَجْرِي بِالْقَيْحِ وَالصَّدِيْدِ، ثُمَّ اسْتَقْبَلَتْهُ فَلحسَتْهُ مَا أَدّّتْ حَقَّهُ
“Tidaklah pantas bagi seorang manusia untuk sujud kepada manusia yang lain. Seandainya pantas/boleh bagi seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya dikarenakan besarnya hak suaminya terhadapnya. Demi Zat yang jiwaku berada di tangannya, seandainya pada telapak kaki sampai belahan rambut suaminya ada luka/borok yang mengucurkan nanah bercampur darah, kemudian si istri menghadap suaminya lalu menjilati luka/borok tersebut niscaya ia belum purna menunaikan hak suaminya.”6
Dalam Al-Musnad dan Sunan Ibni Majah, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
لَوْ أَمَرْتُ أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا، وَلَوْ أَنَّ رَجُلاً أَمَرَ امْرَأَتَهُ أَنْ تَنْقُلَ مِنْ جَبَلٍ أَحْمَرَ إِلَى جَبَلٍ أَسْوَدَ، وَمِنْ جَبَلٍ أَسْوَدَ إِلَى جَبَلٍ أَحْمَرَ لَكاَنَ لَهَا أَنْ تَفْعَلَ
“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain niscaya aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya. Seandainya seorang suami memerintahkan istrinya untuk pindah dari gunung merah menuju gunung hitam dan dari gunung hitam menuju gunung merah maka si istri harus melakukannya.”7
Demikian pula dalam Al-Musnad, Sunan Ibni Majah, dan Shahih Ibni Hibban dari Abdullah ibnu Abi Aufa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
لمَاَّ قَدِمَ مُعَاذٌ مِنَ الشَّام ِسَجَدَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: مَا هذَا يَا مُعَاذُ؟ قَالَ: أَتَيْتُ الشَّامَ فَوَجَدْتُهُمْ يَسْجُدُوْنَ لِأَسَاقِفَتِهِمْ وَبَطَارِقَتِهِمْ، فَوَدِدْتُ فِي نَفْسِي أَنْ تَفْعَلَ ذَلِكَ بِكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ .فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: لاَ تَفْعَلُوا ذَلِكَ، فَإِنِّي لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِغَيْرِ اللهِ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ تُؤَدِّي الْمَرْأَةُ حَقَّ رَبِّهَا حَتَّى تُؤَدِّيَ حَقَّ زَوْجِهَا، وَلَوْ سَأََلَهَا نَفْسَهَا وَهِيَ عَلَى قَتَبٍ لَمْ تَمْنَعْهُ
Tatkala Mu’adz datang dari bepergiannya ke negeri Syam, ia sujud kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau menegur Mu’adz, “Apa yang kau lakukan ini, wahai Mu’adz?”
Mu’adz menjawab, “Aku mendatangi Syam, aku dapati mereka (penduduknya) sujud kepada uskup mereka. Maka aku berkeinginan dalam hatiku untuk melakukannya kepadamu, wahai Rasulullah.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan engkau lakukan hal itu, karena sungguh andai aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada selain Allah niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seorang istri tidaklah menunaikan hak Rabbnya sampai ia menunaikan hak suaminya. Seandainya suaminya meminta dirinya dalam keadaan ia berada di atas pelana (hewan tunggangan) maka ia tidak boleh menolaknya8.”
Dari Thalaq bin Ali, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَيُّمَا رَجُلٍ دَعَا زَوْجَتَهُ لِحَاجَتِهِ فَلْتَأْتِهِ وَلَوْ كَانَتْ عَلَى التَّنُّوْرِ
“Suami mana saja yang memanggil istrinya untuk memenuhi hajatnya9 maka si istri harus/wajib mendatanginya (memenuhi panggilannya) walaupun ia sedang memanggang roti di atas tungku api.”
Diriwayatkan oleh Abu Hatim dalam Shahih-nya dan At-Tirmidzi, ia berkata, “Hadits ini hasan10.”
Dalam kitab Shahih (Al-Bukhari) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِيْئَ، فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا، لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ
“Apabila seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya, namun si istri menolak untuk datang, lalu si suami bermalam (tidur) dalam keadaan marah kepada istrinya tersebut, niscaya para malaikat melaknat si istri sampai ia berada di pagi hari.”11
Hadits-hadits dalam masalah ini banyak sekali dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu berkata, “Suami adalah tuan (bagi istrinya) sebagaimana tersebut dalam Kitabullah.” Lalu ia membaca firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَأَلْفَيَا سَيِّدَهَا لَدَى الْبَابِ
“Dan keduanya mendapati sayyid (suami) si wanita di depan pintu.” (Yusuf: 25)
Dalam kitab Sunan yang empat14 dan Shahih Ibnu Abi Hatim dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:
أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلاَقَ مِنْ غَيْرِ مَا بَأْس َفَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ
“Wanita mana yang meminta cerai kepada suaminya tanpa ada apa-apa15 maka haram baginya mencium wanginya surga.”16
Dalam hadits yang lain:
الْمُخْتَلِعَاتُ وَالْمُنْتَزِعَاتُ هُنَّ الْمُنَافِقَاتُ
“Istri-istri yang minta khulu’17 dan mencabut diri (dari pernikahan) mereka itu wanita-wanita munafik.”18
HR. Ahmad (2/168) dan Muslim (no. 3628), namun hanya sampai pada lafadz:
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.”
Selebihnya adalah riwayat Ahmad dalam Musnad-nya (2/251, 432, 438) dan An-Nasa’i. Demikian pula Al-Baihaqi, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
قِيْلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَيُّ النِّساَءِ خَيْرٌ؟ قَالَ: الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ، وَتُطِيْعُهُ إِذَا أَمَرَ، وَلاَ تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَلَا فِي مَالِهِ بِمَا يَكْرَهُ
Ditanyakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wanita (istri) yang bagaimanakah yang paling baik?” Beliau menjawab, “Yang menyenangkan suaminya bila suaminya memandangnya, yang menaati suaminya bila suaminya memerintahnya, dan ia tidak menyelisihi suaminya dalam perkara dirinya dan tidak pula pada harta suaminya dengan apa yang dibenci suaminya.” (Dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalamIrwa’ul Ghalil no. 1786)
2. Dalam Islam, orang tua mempunyai kedudukan yang sangat tinggi lagi mulia, dimana ketaatan kepada keduanya dalam kebaikan adalah suatu keharusan. Mentaati keduanya merupakan jalan menuju surga serta salah satu bentuk berbuat baik kepada keduanya, sampai-samapi Allah swt menjelaskan bagaimana cara berlaku baik kepada kuduanya di saat kedua sudah lanjut usia.
Dalam al-Qur`an, perintah birrul walidain (berbuat baik kepada kedua orang tua) menempati posisi kedua setelah perintah bertauhid kepada Allah swt.
Allah swt berfirman:
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra’: 23)
Akan tetapi, perlu diingat bahwa ketaatan kepada orang tua tidak mutlak adanya. Ketaatan kepadanya hanya dibolehkan pada hal yang baik dan makruf saja. Adapun dalam hal bermaksiat kepada Allah, maka tidak kewajiban bagi kita untuk mentaati keduanya, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam hal bermaksiat kepada sang Pencipta.
Rasulullah saw bersabda:
"لا طَاعَةَ لِمَخْلُوقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ".
“Tidak ada ketaatan kepada makhluk (manusia) dalam hal maksiat kepada sang Pencipta.” (HR. At-Thobrani)
Realita berbicara
Di realita di masyarakat, kita sering mendengar dan mendapati banyak dari orang tua yang mengeluhkan tentang sikap dan prilaku anaknya yang senantiasa membangkang dan bahkan menyakiti orang tuanya. hal ini terjadi karena kesalahan dari para orang tua yang tak mau dengan tegas mendidik anaknya dengan benar.dan hal inilah yng bakal menjadikan musuh bagi orang tua.
Mengajarkan anak taat pada orang tua
Mengajarkan anak agar taat kepada orang tua adalah hal yang harus mendapatkan perhatian serius dari pendidik terutama orang tua. Berikut ini adalah beberapa metode mengajarkan anak agar taat pada orang tua, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.
Wahai orang tua ...camkan baik baik...jadikanlah anak patuh taat berbakti padamu .jangan sebaliknya kau sebagai orang tua malah patuh taat pada anakmu.Celakalah bagimu sadarilah kalo hal itu sampai terjadi maka anakmu telah menjerumuskanmu dalam bencana petaka dan neraka ,baca dan pahami baik baik kalo kau memang BerIman .
Anak durhaka tak pernah mau membahagiakan orang tuanya apalagi taat .
Anak durhaka tak pernah mau menuruti perintah demi kebaikan agama demi ketaatan pada allah .dia lebih suka menuruti kesenangannya nafusnya .
Anak durhaka tak pernah mau mengerti kesengsaraan orang tuanya jerih payahnya mulai ia di lahirkan sampai dengan p[ontang panting mencari nafkah demi kehidupanya pendidikannya dll.
Anak durhaka selalu berkata kasar ,sedikit sedikit marah pada orng tuanya apabila kemaunya tidak segera di penuhi.
Anak durhaka adalah tak pernah Punya etika dalam bicara maupun bersikap pada orng tuanya .
Anak durhaka yang sudah bersuami adalah yang tak pernah mau menaati suami menghormati suami membangkang serta berkhianat pada suami ...
wahai orng tua jangan memakai alasan kasian dalam mendidik anak anakmu jangan menggunakan dalih sayang pada anak anakmu .kalo kalian kasian dan sayang maka didiklah dengan tegas dengan disiplin dengan keras ,kalo memang kalian sayang pada anakmu maka selamatkanlah anakmu dari siksa neraka .atas dirimu yang tidak mau mendidik dan membina anakmu maka kalian sendiripun juga akan binasa dalam kesengsaraan dunia akherat camkan itu .
Janganlah kau jadi budak anak anakmu dengan dalih kasian .ingatlah kalam Allah SWT dan janji Allah SWT nyata .
neraka untuk anak durhaka
إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا [21]لِلطَّاغِينَ مَآبًا[22] لابِثِينَ فِيهَا أَحْقَابًا [23] لا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلا شَرَابًا [24] إِلا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا [25]جَزَاءً وِفَاقًا [26]إِنَّهُمْ كَانُوا لا يَرْجُونَ حِسَابًا [27] وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا كِذَّابًا [28]وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ كِتَابًا [29]فَذُوقُوا فَلَنْ نَزِيدَكُمْ إِلا عَذَابًا [30]
Sesungguhnya neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, [21] lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang durhaka, [22] mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, [23] mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, [24] selain air yang mendidih dan nanah, [25] sebagai pembalasan yang setimpal. [26] Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab, [27] dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya, [28] dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab. [29] Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab. [30] {QS An – Naba : 20 – 30}
إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا [21]لِلطَّاغِينَ مَآبًا[22] لابِثِينَ فِيهَا أَحْقَابًا [23] لا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلا شَرَابًا [24] إِلا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا [25]جَزَاءً وِفَاقًا [26]إِنَّهُمْ كَانُوا لا يَرْجُونَ حِسَابًا [27] وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا كِذَّابًا [28]وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ كِتَابًا [29]فَذُوقُوا فَلَنْ نَزِيدَكُمْ إِلا عَذَابًا [30]
Sesungguhnya neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, [21] lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang durhaka, [22] mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, [23] mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, [24] selain air yang mendidih dan nanah, [25] sebagai pembalasan yang setimpal. [26] Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab, [27] dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya, [28] dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab. [29] Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab. [30] {QS An – Naba : 20 – 30}
wahai engkau orang tua dan anak-anak
camkan ini apabila kau orang beriman dan mengaku islam
Firman Allah Ta’ala “Sesungguhnya neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, [21]” berbeda pendapat para mufasir dalam hal ini, bahwa di neraka jahannam ada tempat pengintai yang dari temoat itu para penjaga itu mengintai dan mengawasi mereka, namun sebagian mufasir bahwa “tempat pengintai” adalah sebagai temapat yang sengaja disediakan bagi para pembangkang, pendurhaka dan para penentang musuh Allah, dan neraka jahannam itu “menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang durhaka, [22].”
Sikap orang-orang yang kafir dan Mu’min ketika disampaikan kepadanya tentang kabar berita surga dan neraka
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ فَقُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ فَكُلُّنَا نَكْرَهُ الْمَوْتَ فَقَالَ لَيْسَ كَذَلِكِ وَلَكِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا بُشِّرَ بِرَحْمَةِ اللَّهِ وَرِضْوَانِهِ وَجَنَّتِهِ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ فَأَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَإِنَّ الْكَافِرَ إِذَا بُشِّرَ بِعَذَابِ اللَّهِ وَسَخَطِهِ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ وَكَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ
Dari Aisyah ra., ia berkata: Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam bersabda: Barang siapa yang menyukai pertemuan dengan Allah, maka Allah akan menyukai pertemuan dengannya. Dan barang siapa yang tidak menyukai pertemuan dengan Allah, maka Allah tidak akan menyukai pertemuan dengannya. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana dengan kebencian terhadap kematian karena semua kita membenci kematian? Beliau menjawab: Bukan begitu, tetapi seorang mukmin apabila diberi kabar gembira dengan rahmat Allah, keridaan dan surga-Nya, maka dia akan senang bertemu dengan Allah dan Allah akan senang bertemu dengannya. Dan sesungguhnya orang kafir/ingkar apabila diberitahukan tentang siksaan serta kemurkaan Allah, maka dia akan membenci pertemuan dengan Allah sehingga Allah pun akan membenci pertemuan dengannya. (Shahih Muslim No.4845)
Manusia derajatnya lebih tinggi dan mulia dari pada anjing
Namun kenapa banyak manusia yang merendahkan derajatnya lebih rendah dari anjing.
Wahai Manusia Kau bukan Anjing
Jadilah manusia yang seutuhnya yang punya akal pikiran dan nafsu .
Belajarlah dari anjing yang derajatnya lebih rendah dari manusia .
Seekor Anjing akan lari bila mana ada bahaya dan mencoba menghindarinya agar bahaya tak terjadi padanya,Namun kenapa manusia yang punya derajat yang sempurna tak mau melakukan hal lebih dari anjing.
Anjing di anggap najis oleh sebagian manusia .itu hanya anggapan bisa pasti karena di perjelas .siapa yang memperjelas ,justru manusia sendiri lah yang memeprjelasnya dengan berperilaku layaknya anjing.
Kadang manusia tak mau di samakan dengan anjing itu pasti ....namun banyak orang yang menyamakan dirinya dengan anjing bahkan lebih rendah dari anjing>
Namun kenapa banyak manusia yang merendahkan derajatnya lebih rendah dari anjing.
Wahai Manusia Kau bukan Anjing
Jadilah manusia yang seutuhnya yang punya akal pikiran dan nafsu .
Belajarlah dari anjing yang derajatnya lebih rendah dari manusia .
Seekor Anjing akan lari bila mana ada bahaya dan mencoba menghindarinya agar bahaya tak terjadi padanya,Namun kenapa manusia yang punya derajat yang sempurna tak mau melakukan hal lebih dari anjing.
Anjing di anggap najis oleh sebagian manusia .itu hanya anggapan bisa pasti karena di perjelas .siapa yang memperjelas ,justru manusia sendiri lah yang memeprjelasnya dengan berperilaku layaknya anjing.
( Inilah anjing yang patuh pada manusia karena mau dididik)
Wahai Manusia ayo kita belajar dari seekor Anjing.Anjing yang cmn punya Nafsu derajat rendah ,tapi bisa dididik untuk menjadi patuh pada majikan yang akhirnya bisa jadi juru selamat majikan melindungi majikanya ,menhormati majikanya ,tapi kenapa kita yang manusia punya derajat tinggi di karuniai akal pikiran nafsu hati justru tak pernah mau untuk dididik ...sulit di atur menjadi orang yang pembangkang menjadi orang yang cenderung berperilaku lebih rendah dari anjing.Kadang manusia tak mau di samakan dengan anjing itu pasti ....namun banyak orang yang menyamakan dirinya dengan anjing bahkan lebih rendah dari anjing>
Langganan:
Postingan (Atom)




.jpg)
.jpg)