MENITI JALAN

on Rabu, 24 September 2014
بسم الله الرحمن الرحيم

Di penghujung senja
Sejenak ku tersungkur sujud subuhku
Sebab, Saat fajar menjelang
Kembali harus kupunguti butir-butir ketegaran
Melanjutkan langkah yang sempat terhenti
Menyusuri mimpi yang belum kutapaki
Untuk meraih setiap sudut asa
Yang telah kupahatkan pada dinding senja
demi terwujudnya sebuah cita-cita
Di bawah terik mentari kan ku ayunkan langkah
Meniti sepenggal harapan
Walau tak sedikit terdengar cacian
Walau tak sedikit orang meragukan
Aku akan tetap melangkah
Aku tidak ingin kalah atas keadaan
Meski penuh cobaan
Kan ku jadikan sebagai pelajaran
Menuju pendewasaan diri
Mematangkan kehidupan
Akan ku susuri jalan-jalan
harapan-harapan itu menanti di ambang cita dan impian
walau tak bisa ku pungkiri pasti akan tiba di mana aku kehilangan arah
aku kehilangan kepercayaan diri
serasa apa yang aku lakukan sia-sia
melihat kenyataan tidak sesuai harapan
kepedihan demi kepedihan menyayat hati
di antara batas hidup dan mati
air mata menjadi teman sejati
halaman demi halaman takdir masih menanti
berkejaran menggerogoti hari,menunggu takdir lain berganti
Aku bersyukur bisa mengalami ini semua,
perjalanan jiwa menemukan jati diri,
aku senang bisa punya rasa syukur atas nikmat yng Tuhan berikan kepadaku.
Aku sadari semakin aku bersyukur semakin banyak kebaikan yang kutemukan.
tidak semua mesti difikirkan secara logika, aku hanya bersyukur dan bermimpi setinggi langit…
Kulakukan segala sesuatu dengan tulus menggunakan persaanku,
kujalani cobaan dengan sabar dengan perasaanku,
ku bersyukur yang semua terjadi membuat aku lebih kuat dan lebih dewasa
Tuhan, dengan kesungguhanku hari ini, aku mohon Engkau menjadikanku pribadi yang lebih anggun,
yang damai dalam keputusan baikku,
yang tak mengkhawatirkan pendapat miring orang lain,
dan hidup sebaik-baiknya hari ini untuk kebaikan hidupku di masa depan


0 komentar:

Posting Komentar