Wahai diri..

on Minggu, 23 November 2014



Umurmu semakin lama semakin bertambah..
Tubuhmu sudah tak lincah seperti dulu..
Jarak pandang matamu mulai berkurang..
Dirimu sangat mudah penat dan lelah ketika beraktivitas..
Kerutan diwajahmu mulai terlihat jelas..

Tidakkah engkau tahu..
Bahwa itu pertanda.
Pertanda bahwa usia hidupmu didunia sudah berkurang?

Wahai diri..
Apa yang telah kau persiapkan .?
Apa yang amal yang telah kau lakukan untuk bekal dikehidupan nanti?

Mengapa engkau terlalu sibuk mencari
dunia..
Hingga amal untuk kehidupan nanti kau
abaikan?
Hingga dosa-dosa lebih kau sukai daripada
amal?
Astaghfirullahal azhim..

Wahai diri..
Ketika engkau bertaubat..
Tak lama kemudian kau berbuat dosa lagi..
Apa sudah benar taubat yang kamu
lakukan?
Apa engkau sudah sungguh-sungguh meminta ampun kepada Allah?

Jangan..!!
Jangan kau biarkan diri terjerumus lagi
kelubang dosa..

Jangan..!!
Jangan kau biarkan diri terperosok.. Tertatih-tatih menjadi budak hawa nafsu..
Astaghfirullahal azhim..

Wahai diri..
Berusahalah sekuat tenaga menjaga diri..
Mintalah selalu pertolongan Allah.
Bergaullah dengan orang-orang yang
sholeh..
Hadirilah bersama lingkungan yang membawamu dekat kepada Allah.

Wahai diri..
Engkau sering menyeru pada kebaikan
Engkau sering menulis dan berkata tentang
kebaikan..
Sudahkah engkau amalkan sendiri?
Sudahkah engkau melakukannya?
Apakah engkau hanya bisa berseru,tapi
sebenarnya palsu..
Astaghfirullahal azhim..

Wahai diri..
Jagalah niat dan keikhlasanmu dalam
beramal
Janganlah sombong dan merasa paling
benar Merasa paling suci..
Ingin dilihat orang..

Bukankah engkau dulu pernah hidup dalam
kehidupan yang gelap dan kelam
Hingga cahaya Tauhid menyinari
kehidupanmu?
Bukankah semua yang kau dapatkan saat ini atas pertolongan Allah?
Tak ada gunanya engkau berlaku sombong..
Astaghfirullahal azhim..

“Barangsiapa yang merasa sombong akan
dirinya atau angkuh dalam berjalan, dia
akan bertemu dengan Allah SWT dalam
keadaan Allah murka terhadapnya.” (HR. Ahmad)

Wahai diri..
Jangan merasa dirimu paling suci..
Tak ada orang yang luput dari kesalahan
dan dosa..
Sebaik apapun orang itu..
Secerah apapun hatinya..
Pasti ada debu yang selalu mengotorinya..
Walau nyaris tak kelihatan..
Walau ia tak sedar melakukannya..
Walau ia tak menghendakinya..
Pasti ada khilaf dan keburukan yang
dilakukannya..

Kita bukanlah Rasululullah yang terjaga dari dosa..
Kita adalah manusia biasa..
Yang tak pernah lepas dari khilaf..

Tapi juga jangan kita jadikan diri suka
untuk berbuat dosa..
Dan terus berbuat tanpa mau bertaubat..
Kita tetap harus berusaha menjauhi diri
dari dosa-dosa..

Perbanyaklah istighfar dimanapun kita
berada..
Astaghfirullahal azhim..

“(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-
dosa besar dan perbuatan keji yang selain
dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (An-Najm :32)”.

Wahai diri..
Janganlah suka merendahkan orang..
Boleh jadi ada orang lain yang kelihatan buruk dimata kita, Padahal ia menyimpan kebaikan yang sangat besar disisi-Nya

Boleh jadi ada orang yang tampak tidak memiliki keutamaan.. Padahal dimata Allah ia,lebih Mulia daripada kita.

Apabila ia meminta hujan,terus Allah
kabulkan..
Apabila ia meminta dijauhkan dari
bencana,Allah Ijabah doanya..
Apabila ia meminta karunia, Allah datangkan

Mereka inilah yang selalu menjaga
akhlaqnya..
Menjaga batinnya..
Menjaga Imannya Menjaga hubungan dengan Allah..

Sedangkan kita?
apakah kita termasuk orang yang Allah mudahkan?
Astaghfirullahal azhim..

“Dan janganlah engkau memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong),
dan janganlah berjalan dengan angkuh.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang
yang angkuh dan menyombongkan diri.” (Al-Luqman: 18)

Wahai diri..
Diatas langit masih ada langit..
Begitu kita membanggakan diri sebagai
orang paling baik..
Paling suci..Paling Pintar..Paling Ikhlas
Atau sebagai orang yang paling menjaga akhlak
Atau paling bersungguh-sungguh menangisi
keburukan
Ketika itulah langit yang lebih tertinggi
tertutup untuk kita

Bahkan boleh jadi..
Kita sedang terjatuh dihadapan Allah
Tetapi kita terus merasa suci dan Mulia Na’udzubillah min dzalik..
Astaghfirullahal azhim..


0 komentar:

Posting Komentar