Wahai para Istri sejauh mana cintamu dan sayangmu pada Suamimu..
Sejauh mana kau menjalankan sumpahmu terhadap Suamimu .
Sampai sejauhmana engkau menganggap suamimu ada ....
Sampai sedalam apa kau menghormati suamimu...
Apakah semua kata katamu palsu
Apakah semua katamu hanya bualan
Apakah kau tak ubahnya seorang pendusta dan perayu...
Apakah kau benar dengan sumpahmu
Takutkah dengan akibat dari kata dan sumpahmu
Azabmu datang dengan kebinasaanmu
Laknat seluruh makhluk tidakkah memberimu rasa gentar
Wahai para Istri ...
kalo engkau sayang pada suamimu kenapa engkau tak bisa menjaga kehormatan suamimu
kalo engkau cinta pada suamimu kenapa engkau jadi penyakit pada suamimu
Kenapa kau suguhkan api neraka dalam Rumah tanggamu
Kenapa kau tuang pikiran burukmu pada suamimu.
Bukankah harusnya kau berdoa yang terbaik bagi suami dan keluargamu
Bukankah kau harusnya menjaga kehormatan suamimu dari segala kelakuan dan ucapanmu
Bukankah harusnya kau menjadi obat pagi suamimu bukan malah jadi racun bagi suamimu
Bukankah kau harusnya membawa berkah bagi suamimu dan keluargamu bukan malah keruwetan yang kau suguhkan
Wahai para istri kalo engkau menganggap suamimu ada maka harusnya kau tak berselingkuh apapun alasanya.dengan bermain sms telpon dari orang yang bukan Muhrim tanpa sepengetahuan suamimu.
Wahai para istri kalo kau menganggap dia suamimu harusnya kau tidak menyembunyikan keburukan.
Kalo kau menhormati suamimu harusnya kau patuh di depan maupun di belakang suamimu.
Jagalah kemaluanmu dan kehormatanmu kalo engkau menganggap perkawinan adalah sakral dan ibadah.bukan cuman sekdar kepuasan kemaluanmu.
Wahai Para Istri mengertilah
Seorang suami yang mencoba membawamu bahagia di akherat nanti
Seorang suami yang rela mengorbankan kehormatan nyawanya demi engkau
banting tulang demi menafkahimu.
Sadarlah wahai Istri yang sholehah jangan banyak mencari dalil hanya sekedar mengikuti nafsu dan kesenanganmu.
Sadarlah hai para istri Kau bukan pelacur jalanan kau di ikrar disumpah dalam upacara perkawinan kau telah di sucikan dalm acara itu,
Ingat seorang pelacur selalu berdoa tiap saat agar ia kembali menuju pada jalan kebaikan ,
namun kenapa enkau wahai para istri katanya kau wanita terhormat tapi justru baerperilaku layaknya pelacur jalanan.
dan ingatlah wahai para istri yang terhormat yang telah di sucikan dalam ikrar pernikahan ..seorang pelacur punya jiwa yang bersih dan senantiasa berfikir kebaikan ...berperilakulah engkau layaknya seorang istri yang terhormat bagi suamimu.
0 komentar:
Posting Komentar