MERAYU SANUBARI

on Rabu, 13 Agustus 2014
  

kenapa harus selalu meratap
jika semua jalan penuh kesedihan
bukankah biasa sedih menjadi bukan kesedihan
bukankah biasa senang menjadi tidak menyenangkan
sedih dan senang hanyalah cara kita memandang
makan menjadi kesedihan, apabila membatalkan puasa
kematian menjadi tidak berasa, apabila si fulan bukan keluarga kita
kecelakaan adalah tontonan, apabila terjadi saat perlombaan
semua kembali pada cara pandang

terkadang kita harus merayu lubuk sanubari
untuk suka, senang, dan mencintai
untuk sedih, kecewa, dan membenci
untuk sekedar mengingat dengan setia
untuk sekedar melupakan dengan makna
jangan mudah mencinta, hanya karena kata-kata
jangan mudah bermimpi, karena kebaikan yang diterima


Kadang aku termenung kelu
Betapa dulu terantuk ketidakpastian
Tertawa dalam kesenangan semu
Menangis tanpa tahu jalan
Kadang aku tersenyum kini
Betapa semua tebarkan kasih sayang
Tuk berbagi dalam keterbatasan
Tuk memberi dengan keikhlasan
Semua tlah menemukan perdikan hati
Tuk obati hausnya kegersangan iman
Tuk berikan secercah kebahagiaan
Bersama, tuk memberi tanpa diminta
Jalan ke depan makin terbentang
Betapa hidup nan singkat, harus bermakna
Aku tengadah menatap semua
Tuk katakan kepadaNYA, aku bisa !

0 komentar:

Posting Komentar