SAMBUTLAH TANGAN INI

on Rabu, 13 Agustus 2014




Adindaku,


Dinding tebal tlah halangi senyumu


Rasa Bersalah makin menghujam diri ini


Kapankah pintu khan terbuka lagi






Aku melangkah tak lihat arah


Aku menoreh luka di hatimu


Aku menyesal tak tahu tuju


Aku tertunduk ungkapkan pasrah






Adindaku,


Andai senyum itu kembali mengembang


Andai tangan ini kembali tersambut


Aku tengadah pintakan maafmu






Manusia tak luput cela


Hati dan langkah ini khilaf adanya


Jika senyum itu kembali merekah


Mentari khan bersinar di pelupuk mata






Adindaku,


Renungkan ungkapan hati ini


Kutunggu hadirmu dalam mimpi


Tersenyum tuk arungi alam fana






Suka duka milik bersama

0 komentar:

Posting Komentar